Chickenstrip 139: Pikiran Rakyat & Mang Ohle

cc0139
Blog untuk Komik, seuprit wawancara saya di koran Pikiran Rakyat. Datang ke Republik Kuliner untuk rapat soal lomba Bandung Blog Vaganza 2008 yang diadakan oleh BBV, eh malah ditodong wawancara oleh wartawan Pikiran Rakyat. Wawancaranya seputar blog tentunya, ditanya sejak kapan ngeblog (semoga nggak salah inget, patokannya pokoknya waktu disuruh si Monty Tiwa buka account Blogger.com soalnya ngiler personel Indocampus.com lain pada ngupdate jurnal gampang banget tanpa pusing nyekrip :P) dan saat wawancara saya menyelipkan soal webcomic (dalam hal ini comicstrip) dan blog.

Mang Ohle & Chickenstrip
Skip soal wawancara blogger berkedok ayam yang tidak penting di atas, saya jadi antusias membuat postingan ini ketika Aban meminta saya untuk menampilkan Mang Ohle di Chickenstrip. Wah benar juga, karikatur Mang Ohle yang sering menghiasi halaman satu edisi hari Sabtu koran terbesar di Jawa Barat itu adalah salah satu yang pasti saya baca. Sadar tidak sadar mungkin memberi influence juga ke Chickenstrip, minimal dalam hal beropini dengan visual khususnya untuk genre editorial cartoon. Dari kecil kalau tidak membaca Mang Ohle di Pikiran Rakyat Bandung (kalau sedang di Jl. Anyer) ya membaca Mang Ohle di Pikiran Rakyat edisi Cirebon.

Mang Ohle dan Pikiran Rakyat
Mang Ohle sendiri pertama kali muncul di Pikiran Rakyat tahun 1955 (Oom Pasikom saja kalau tidak salah dimulai di Kompas akhir 60-an? CMIIW). Sampai saat ini sudah berganti beberapa generasi kartunis yang menggambar Mang Ohle:

  1. Teddy M. D. a.k.a Sutedjo (1957-1964)
  2. Soewardi Nataatmadja (1964-1982)
  3. T. Sutanto (1982-1984)
  4. Didin D. Basoeni (1984 – Sekarang)
  5. Tata Sukmara (1984, pengganti sementara beberapa bulan)

Kritik yang terkandung di dialog Mang Ohle dengan Istri atau anak-anaknya sering membuat kita tersenyum dan boleh jadi merupakan maskot humor Jawa Barat yang sudah bisa disejajarkan dengan Cepot ataupun Kabayan. Mang Ohle adalah tipikal bapak-bapak Sunda yang bijak menganalisa dan menerima keadaan tapi tetap merasa harus berkomentar. Entah kumis ala Charlie Chaplin memang sedang happening di masa itu (euh Asmuni? Jojon?), Mang Ohle divisualisasikan sebagai bapak-bapak yang agak gendut, berpeci dan berkumis Chaplin. Di tahun 2000 Mang Ohle turut terpilih menjadi salah satu dari 5 tokoh kartun Indonesia di seri perangko Indonesian Cartoon Characters. Yang saya ingat (sudah bukan filatelis lagi sih) pecahannya itu Rp.500, satu set dengan Panji Koming, Brewok dan dua lagi entah tokoh apa.

Terimakasih Mang Ohle๐Ÿ™‚

42 thoughts on “Chickenstrip 139: Pikiran Rakyat & Mang Ohle

  1. baru nyadar,, ternyata udah lama juga gue ga baca PR dan mang ohle. padahal, dulu sering banget – pas masih tinggal di sunda tentunya.

    anyway,, chickenstrip jangan masuk koran ah.. lebih seru di blogs aja. biar lebih bebasss…๐Ÿ˜‰

  2. yey.. orang Cirebon kok minta oleh2 Cirebon.. *pentung Diki*
    btw, dikau punya usaha sampingan di sana ya? aku liat ada “Diki Cuci Motor”..
    (LOL)

  3. hahags,, sama song suka baca si mang ohle,, *coz saia langganan Pikiran rakyat*

    wiihh,, baru tau ternyata mang ohle sepopuler ntu,, ntu ayam juga famous bgt,,

    saia kalah pamor nih,, *sambil berencana bikin tokoh kartun juga, tapi saia orangnya geblek bgt kalo soal gambar*

  4. Wah, ayamnya kok keren, yah

    anyway gimana toh caranya install theme kayak gini di sub domain wordpress, kalo ke domain punya sendiri sih ndak tanya, help dong….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s