Chickenstrip 100: Nobody’s Perfect

blog
Ini bukan bermaksud menjadi dangkal dalam menilai seseorang (khususnya lawan jenis), tapi nostalgia dengan jokes lama di jaman awal-awal kuliah dulu.

A: “Eh cewek yang itu cantik loh, mana pinter banget lagi.. IPK-nya di atas 3 melulu, ramah dan baik ke semua orang, tajir, soleh. Ideal banget lah pokoknya mah.” *tunjuk-tunjuk*
B: “Ah pasti lesby”
A: “Loh kok gitu?”
B: “Nobody’s perfect!”
A: “Kalau ternyata cantik, pinter, ramah, baik, soleh, tajir dan normal (ngga lesby)?”
B: “Pasti mandul, nobody’s perfect.”
A: “…”

Awalnya cuma dua variabel, antara cantik atau pintar. Yayaya paradox absurd yang klasik, tapi mas Priyadi aja dulu pernah bilang: “Cakep, pinter, jujur… pilih dua.” hehehe. Tapi karena para penghuni asrama ga ada kerjaan dan hampir setiap hari kongkow-kongkow di jendela asrama (yang menghadap ke kampus dan hanya dibatasi jalan paving block + pohon palem), maka variabelnya makin panjang dan kadang berlanjut sampai ke hal-hal yang makin nggak penting seperti: ah kalau makan pasti bunyi, ah pasti tukang bohong, ah pasti tukang missed call, ah pasti nggak suka britpop, ah di bagasi mobilnya pasti ada topeng hockey + gergaji mesin dst.

Dan becandaan nobody’s perfect versi kali ini: “Ah, pasti ga pake Linux!”

Terinspirasi dari makin banyaknya kaum hawa yang menghadiri Ubuntu Release Party, salah satunya di Hardy Heron Release yang saya hadiri minggu kemarin.

Lomba Blog Blix 2008

blog
Diajak ikutan oleh Belutz sekalian membantu meramaikan salah satu eventnya Pak Hoky yang sering membantu saya secara pribadi maupun komunitas, dengan jurus postingan kepepet pas jam makan siang akhirnya saya ikutan Kompetisi Blog Blix 2008. Supaya tetep ada soulnya topik yang dibahas adalah kaitan BeMall/Blix dengan opensource… plus sedikit penampakan si ayam tentunya 😛 Sekalian promo event Blix 2008 juga sih, soalnya IGOS Center dan anak-anak Klub Linux Bandung intensif ngisi acara juga.

Ajojing di Ubuntu Linux

Stepmania ScreenshotKalau istilah ajojing dianggap terlalu jadul 😀 , judul di atas bisa kita ganti dengan “bermain Dance Dance Revolution di Linux” (saya menggunakan distribusi linux Ubuntu dan Blankon2). Tinggalkan dulu ide emulasi Playstation (yang sebenarnya sudah lancar di linux), kita ganti Dance Dance Revolution keluaran Konami (untuk kasus di Indonesia: CD Playstation bajakan tentunya) yang dibutuhkan untuk bermain game yang menyehatkan ini dengan Stepmania. Stepmania adalah rhytym game yang bisa berjalan di banyak sistem operasi, mendukung dancepad controller dan berlisensi opensource MIT License. Continue reading “Ajojing di Ubuntu Linux”

Koneksi 3G XL (BandLuxe) di Ubuntu

Sejak kernel 2.6.18 modem 3G BandLuxe C100 sudah disupport di GNU/Linux walaupun support resmi dari BandRich (produsennya) hanya untuk Microsoft Windows dan Apple MacOSX. Modem WCDMA dan HSDPA yang support hingga kecepatan koneksi 7,2Mbps ini bisa berfungsi sebagai data express card maupun sebagai modem USB (dengan 2 colokan USB untuk data dan power). Continue reading “Koneksi 3G XL (BandLuxe) di Ubuntu”