Twitter, Facebook & Intelijen

twitter
Materi lama, sempet nongol di Jakarta Post Minggu (waktu liputan Chickenstrip) & di buku pertama Chickenstrip. Diremake & dimunculkan lagi gara-gara @kramput nongolin lagi strip lama ini di Twitter berkaitan dengan isu rencana Badan Intelijen Negara (BIN) mengawasi sarana jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook.

Tapi jauh sebelum keramaian social media dan intelijen, bukankah seharusnya kita semua sadar bahwa apapun informasi tentang diri kita yang sudah bergulir di internet ada kemungkinan dilihat atau dipergunakan oleh siapapun yang bisa mengaksesnya? Belum ada Facebook atau Twitter di novel 1984. Di jaman ini mungkin George Orwell bakal bingung, kenapa para rakyat Oceania dengan senang hati melaporkan status & lokasi mereka kepada server-server milik Big Brother…

Weekly Chickenstrip: WikiLeaks

wikileaks
1001 opini dan kehebohan terjadi di minggu-minggu belakangan ini terkait dengan WikiLeaks. Terlepas dari valid tidaknya bocoran-bocoran yang disajikan di dalamnya atau legal tidaknya penyajian jenis datanya, WikiLeaks adalah salah satu bentuk perang informasi besar, sebuah gerbang & tantangan baru mengenai transparansi & kebebasan informasi (walau tetap ada yang harus dibayar atas suatu “kebebasan” tingkat tertentu).

Lalu bagaimana dengan “scene” informasi digital lokal? Jadi makin pedulikah kita dengan keamanan informasi, transparansi informasi, kemampuan respon terhadap “perang” informasi? Sepertinya lagi-lagi orientasinya masih belum jauh-jauh dari kata sakti: blokir. “Tunggu saja…” demikian tulis beliau di Twitter, dilanjutkan dengan definisi agak salah dari WikiLeaks di tweetnya tersebut.