Naruto

Naruto, Vol. 1: The Tests of the NinjaRating : * * * (3 bintang ayam)
Pengarang : Masashi Kishimoto
Di saat jenuh dengan manga-manga detektif dan manga petualangan ala RPG, akhirnya manga bergenre ninja hadir lagi tapi dengan kemasan agak beda dibanding Flame of Recca atau Kagetora. Tapi yang paling gue suka sih style gambarnya Kishimoto sensei.. desain karakter2nya juga fresh. Untuk komik-komik favorit seperti ini biasanya gue rajin ngikutin perepisodenya (koleksi), menghindari baca versi mangascannya (supaya mood koleksinya ngga hilang) plus jauh-jauh dari versi animenya, kalau sudah jauh atau tamat baru deh koleksi DVDnya.

Update: Gatot! Akhirnya download mangscannya, juga beli DVD-nya. Dan seperti biasa, versi anime agak kurang berkesan dibanding versi manganya. Seru sih pasti iya, apalagi soundtracknya bagus-bagus.

Galileo’s Daughter

Galileo's Daughter: A Historical Memoir of Science, Faith, and Love

Rating : * (1 bintang ayam)
Pengarang : Dava Sobel
Dengan menggali surat2 Galileo dari dan ke salah satu anaknya yaitu Suster Maria Celeste, Sobel menyajikan sejarah komplit Galileo Galilei.. terutama disaat dia dituntut oleh dewan inkuisisi gereja katolik roma. Walaupun isinya mostly surat2 Maria Celeste, judulnya menurut gue rada-rada ngga cocok. Tapi secara keseluruhan agak boring juga.

Uncommon Influenza Day

Kadang ada satu hari dimana kita belajar soal hidup lebih banyak dari hari biasanya. Gue kirain kemarin bakal jadi “hari-hari pilek biasa”, walaupun penyakit ringan.. kondisi nggak nyaman gara-gara pilek ini adalah masa dimana kita malas beraktivitas ataupun mikir yang berat-berat (mikirin gajah afrika, container isi gula selundupan.. berat khan?), tapi ternyata kebalikannya. Dari ngobrol berjam-jam intense soal segala macem berdua, nonton orang-orang yang harap2 cemas ngedengerin pengumuman togel di radio, nunggu angkot ngetem sambil jadi saksi rapat rahasia demo “turunkan uang setoran pool kami!”, sampai jalan kaki tengah malam sendirian nyusurin Naripan – Buahbatu, … hidup itu seru yah ternyata, bayangin aja.. sekian milyar pikiran manusia dengan masalah hidup berbeda-beda.. sudah seperti bentuk makro dari kumpulan cerpen Cerita-cerita dari Sisilia yang berisi rentetan kisah kompleksitas hubungan antar manusia dan absurditas. Walau sebagian besar cerita kumpulan cerpen Luigi Priandello itu berakhir dengan akhir yang tragis, semua kesenduan itu adalah realita yang pada akhirnya diganjar dengan nobel kesusastraan 1934. Bacaan yang lumayan ngga biasa di hari yang ngga biasa (baik bukunya maupun “bacaan lapangan”-nya) 😛