Chickenstrip 100: Nobody’s Perfect

blog
Ini bukan bermaksud menjadi dangkal dalam menilai seseorang (khususnya lawan jenis), tapi nostalgia dengan jokes lama di jaman awal-awal kuliah dulu.

A: “Eh cewek yang itu cantik loh, mana pinter banget lagi.. IPK-nya di atas 3 melulu, ramah dan baik ke semua orang, tajir, soleh. Ideal banget lah pokoknya mah.” *tunjuk-tunjuk*
B: “Ah pasti lesby”
A: “Loh kok gitu?”
B: “Nobody’s perfect!”
A: “Kalau ternyata cantik, pinter, ramah, baik, soleh, tajir dan normal (ngga lesby)?”
B: “Pasti mandul, nobody’s perfect.”
A: “…”

Awalnya cuma dua variabel, antara cantik atau pintar. Yayaya paradox absurd yang klasik, tapi mas Priyadi aja dulu pernah bilang: “Cakep, pinter, jujur… pilih dua.” hehehe. Tapi karena para penghuni asrama ga ada kerjaan dan hampir setiap hari kongkow-kongkow di jendela asrama (yang menghadap ke kampus dan hanya dibatasi jalan paving block + pohon palem), maka variabelnya makin panjang dan kadang berlanjut sampai ke hal-hal yang makin nggak penting seperti: ah kalau makan pasti bunyi, ah pasti tukang bohong, ah pasti tukang missed call, ah pasti nggak suka britpop, ah di bagasi mobilnya pasti ada topeng hockey + gergaji mesin dst.

Dan becandaan nobody’s perfect versi kali ini: “Ah, pasti ga pake Linux!”

Terinspirasi dari makin banyaknya kaum hawa yang menghadiri Ubuntu Release Party, salah satunya di Hardy Heron Release yang saya hadiri minggu kemarin.