Chickenstrip 104: Text to Speech


Keidean dan keingetan soal program espeak ketika hari ini baca comicstrip xkcd yang nyeritain hacked laptop yang diinstallin speech synth. Nah salah satu yang bisa digunakan seperti di xkcd itu yaitu espeak yang mudah diinstall dan dijalankan dari console.

Jika menggunakan Ubuntu Linux, si espeak ini secara default sudah terinstall (mungkin untuk padanan TTS di Windows XP). Karena saya menggunakan Xubuntu, harus diinstall dulu:
$> sudo apt-get install espeak
Untuk menjalankannya cukup dengan mengetikan:
$> espeak "bakpaw bakpaw, bakpaw panush"
Nah sudah mirip dengan suara rekaman+pengeras suara abang-abang tukang bakpaw yang sering lewat di komplek perumahan kan? Variasi dagangan command line option lainnya adalah:
$> espeak "roti roti, roti raja" -s 80 -p 100 -v m4
-s = kecepatan ucap (kata per-menit), 80-370 defaultnya 170
-p = pitch control (ih kaya AFI), 0-99 defaultnya 50
-v = jenis suara, male m1-m6 atau female f1-f4

Membaca file text juga bisa, bisa dilihat lebih detail di manualnya. Program lain yang sejenis di GNU/Linux antara lain festival, distro GNU/Linux untuk penyandang cacat (salah satunya pernah didemokan oleh Pak Rusmanto di Debian Conference UI) biasanya menyertakan program-program text to speech ini.

Music Player & Scrobbler di Console

Bekerja dengan komputer yang memiliki processor dan RAM yang terbatas seperti EeePC kadang membuat saya lebih perhitungan. Walaupun sudah menggunakan sistem operasi yang cukup ringan seperti Xubuntu Linux, saat banyak aplikasi dijalankan terjadilah kasus fakir resource. Salah satu aplikasi yang biasanya terpaksa dimatikan adalah pemutar musik, padahal hambar rasanya kalau bekerja tanpa iringan musik. Akhirnya salah satu solusinya yah kembali ke laptop console/terminal yang relatif lebih hemat.

Continue reading “Music Player & Scrobbler di Console”

Chickenstrip 100: Nobody’s Perfect

blog
Ini bukan bermaksud menjadi dangkal dalam menilai seseorang (khususnya lawan jenis), tapi nostalgia dengan jokes lama di jaman awal-awal kuliah dulu.

A: “Eh cewek yang itu cantik loh, mana pinter banget lagi.. IPK-nya di atas 3 melulu, ramah dan baik ke semua orang, tajir, soleh. Ideal banget lah pokoknya mah.” *tunjuk-tunjuk*
B: “Ah pasti lesby”
A: “Loh kok gitu?”
B: “Nobody’s perfect!”
A: “Kalau ternyata cantik, pinter, ramah, baik, soleh, tajir dan normal (ngga lesby)?”
B: “Pasti mandul, nobody’s perfect.”
A: “…”

Awalnya cuma dua variabel, antara cantik atau pintar. Yayaya paradox absurd yang klasik, tapi mas Priyadi aja dulu pernah bilang: “Cakep, pinter, jujur… pilih dua.” hehehe. Tapi karena para penghuni asrama ga ada kerjaan dan hampir setiap hari kongkow-kongkow di jendela asrama (yang menghadap ke kampus dan hanya dibatasi jalan paving block + pohon palem), maka variabelnya makin panjang dan kadang berlanjut sampai ke hal-hal yang makin nggak penting seperti: ah kalau makan pasti bunyi, ah pasti tukang bohong, ah pasti tukang missed call, ah pasti nggak suka britpop, ah di bagasi mobilnya pasti ada topeng hockey + gergaji mesin dst.

Dan becandaan nobody’s perfect versi kali ini: “Ah, pasti ga pake Linux!”

Terinspirasi dari makin banyaknya kaum hawa yang menghadiri Ubuntu Release Party, salah satunya di Hardy Heron Release yang saya hadiri minggu kemarin.

Lomba Blog Blix 2008

blog
Diajak ikutan oleh Belutz sekalian membantu meramaikan salah satu eventnya Pak Hoky yang sering membantu saya secara pribadi maupun komunitas, dengan jurus postingan kepepet pas jam makan siang akhirnya saya ikutan Kompetisi Blog Blix 2008. Supaya tetep ada soulnya topik yang dibahas adalah kaitan BeMall/Blix dengan opensource… plus sedikit penampakan si ayam tentunya 😛 Sekalian promo event Blix 2008 juga sih, soalnya IGOS Center dan anak-anak Klub Linux Bandung intensif ngisi acara juga.