Lomba Desain Poster & Brosur Opensource

FOSS-ID, sebuah badan bentukan Depkominfo untuk mendukung gerakan opensource mengadakan Lomba Desain Poster & Brosur Opensource. Tidak hanya membuat poster/brosur tentang opensource, di dalam lomba ini juga peserta diwajibkan menggunakan software desain grafis opensource yaitu Inkscape & GIMP. Tertarik untuk ikutan? Kunjungi halaman lomba untuk keterangan lebih lanjut.

Senang desain tapi belum pernah menggunakan Inkscape & GIMP? Menggunakan Inkscape & GIMP tidaklah sulit, fitur dan cara penggunaannya mirip dengan CorelDraw/Adobe Illustrator & Adobe Photoshop. Tidak melulu dijalankan di Linux, Inkscape & GIMP bisa dijalankan di Microsot Windows maupun MacOSX. Cobalah unduh installernya di http://www.gimp.org/downloads dan http://www.inkscape.org/download


Chickenstrip sendiri dibuat dengan menggunakan Inkscape & GIMP, demikian halnya juga berbagai pekerjaan desain grafis yang selama ini saya kerjakan. Intinya: mari mencoba menggunakan Inkscape & GIMP, kebetulan sambil ada lomba maka latihannya bisa sekalian dikirim… siapa tahu terpilih menjadi pemenang dan mendapat hadiah bukan?

Selamat mendesain, sampai jumpa di lomba nanti. (Bukan, saya bukan peserta. Cuma kebagian sedikit membantu para juri dan tim FOSS-ID di aspek teknis Inkscape & GIMP ^_^).
Mari berkarya dengan perangkat lunak legal dan opensource. Semangat!

Chickenstrip 169: Happy New Year 2010

cc0169
Tepat 1 Januari 2010 UNIX time masuk ke detik 1262304000, dihitung sejak UNIX Epoch time atau awal waktu UNIX yaitu 1 Januari 1970 00:00:00 UTC. Si UNIX time ini digunakan untuk perhitungan yang berhubungan dengan waktu. Bagi pengguna GNU/Linux (atau sistem operasi *NIX lainnya) untuk mendapatkan UNIX time ini bisa menggunakan command line:
niwat0ri@Ubuntu:~$ date +%s
1262593411

Memasuki tahun masehi 2010. Silakan cek di Wikipedia tahun 2010 ada apa aja (tahun Biodiversity dll.) dan mulai mencari info soal libur nasional😛

Lomba Desain Tshirt #bingkisanutkfollowers

Kebetulan lagi iseng ngetes tema warna pastel/imut untuk desain kaos acara rapat tahunan di kantor, sekalian aja bikin juga untuk lomba desain tshirt yang diadakan oleh Menkominfo Pak Tifatul di Twitter. Sedikit masukan, sepertinya lomba ini bisa lebih menarik dan bernilai lebih jika tidak sekedar mensyaratkan visualisasi figur Tifatul & aktifitas twitternya tapi juga menggiatkan Open Source misalnya (lomba desain dengan menggunakan tools grafis opensource seperti GIMP atau Inkscape). Sekedar usul dari perspektif pengguna Open Source aja ini sih.
Dan ya, seperti halnya Chickenstrip dan kerjaan iseng saya yang lain.. desain tshirt ini juga dibuat menggunakan Inkscape.

Konsep:
Simpel aja sih, yang utama yah memenuhi syarat panitia: ada figur @tifsembiring dan teks @tifsembiring plus kalimat pendukung. Karena targetnya mungkin pengguna Twitter (atau minimal pengguna internet) saya coba menghadirkan desain yang tidak formal.. lebih ke arah imut malah. Kuncinya di 140 karakter, ajakan follow dan penggambaran Twitter lewat si burung biru yang khas. Style kartun juga diharapkan membuat figurnya lebih santai sedangkan warna-warna pastel diharapkan kaos ini bisa dipakai oleh segala usia karena santai dan tidak kaku😛

Chickenstrip 144: Ubunchu, The Ubuntu Manga

cc0144
Baru tahu dari mailing list BlankOn, id-ubuntu dan id-anime soal manga (komik Jepang) imut soal Ubuntu Linux buatan Hiroshi Seo ini. Versi bahasa Inggrisnya sudah dibuat oleh doctormo dan terjemahan Indonesianya bahkan sudah ada pula bikinan Black_Claw sang seniman. Mumpung lisensinya CC, sekalian diadaptasi dikit buat Chickenstrip.. itung-itung bantu penyebarannya ^_^

Note:
Chickenstrip masih bermasalah dengan penyimpanan image di Picasa, mungkin butuh: refresh, click ke Picasa albumnya, atau klik kanan view image untuk bisa melihat comicstripnya. (Pingin pindah ke Flickr tapi ga sempet bedol desa.)

Chickenstrip 104: Text to Speech


Keidean dan keingetan soal program espeak ketika hari ini baca comicstrip xkcd yang nyeritain hacked laptop yang diinstallin speech synth. Nah salah satu yang bisa digunakan seperti di xkcd itu yaitu espeak yang mudah diinstall dan dijalankan dari console.

Jika menggunakan Ubuntu Linux, si espeak ini secara default sudah terinstall (mungkin untuk padanan TTS di Windows XP). Karena saya menggunakan Xubuntu, harus diinstall dulu:
$> sudo apt-get install espeak
Untuk menjalankannya cukup dengan mengetikan:
$> espeak "bakpaw bakpaw, bakpaw panush"
Nah sudah mirip dengan suara rekaman+pengeras suara abang-abang tukang bakpaw yang sering lewat di komplek perumahan kan? Variasi dagangan command line option lainnya adalah:
$> espeak "roti roti, roti raja" -s 80 -p 100 -v m4
-s = kecepatan ucap (kata per-menit), 80-370 defaultnya 170
-p = pitch control (ih kaya AFI), 0-99 defaultnya 50
-v = jenis suara, male m1-m6 atau female f1-f4

Membaca file text juga bisa, bisa dilihat lebih detail di manualnya. Program lain yang sejenis di GNU/Linux antara lain festival, distro GNU/Linux untuk penyandang cacat (salah satunya pernah didemokan oleh Pak Rusmanto di Debian Conference UI) biasanya menyertakan program-program text to speech ini.

Music Player & Scrobbler di Console

Bekerja dengan komputer yang memiliki processor dan RAM yang terbatas seperti EeePC kadang membuat saya lebih perhitungan. Walaupun sudah menggunakan sistem operasi yang cukup ringan seperti Xubuntu Linux, saat banyak aplikasi dijalankan terjadilah kasus fakir resource. Salah satu aplikasi yang biasanya terpaksa dimatikan adalah pemutar musik, padahal hambar rasanya kalau bekerja tanpa iringan musik. Akhirnya salah satu solusinya yah kembali ke laptop console/terminal yang relatif lebih hemat.

Continue reading “Music Player & Scrobbler di Console”

Chickenstrip 100: Nobody’s Perfect

blog
Ini bukan bermaksud menjadi dangkal dalam menilai seseorang (khususnya lawan jenis), tapi nostalgia dengan jokes lama di jaman awal-awal kuliah dulu.

A: “Eh cewek yang itu cantik loh, mana pinter banget lagi.. IPK-nya di atas 3 melulu, ramah dan baik ke semua orang, tajir, soleh. Ideal banget lah pokoknya mah.” *tunjuk-tunjuk*
B: “Ah pasti lesby”
A: “Loh kok gitu?”
B: “Nobody’s perfect!”
A: “Kalau ternyata cantik, pinter, ramah, baik, soleh, tajir dan normal (ngga lesby)?”
B: “Pasti mandul, nobody’s perfect.”
A: “…”

Awalnya cuma dua variabel, antara cantik atau pintar. Yayaya paradox absurd yang klasik, tapi mas Priyadi aja dulu pernah bilang: “Cakep, pinter, jujur… pilih dua.” hehehe. Tapi karena para penghuni asrama ga ada kerjaan dan hampir setiap hari kongkow-kongkow di jendela asrama (yang menghadap ke kampus dan hanya dibatasi jalan paving block + pohon palem), maka variabelnya makin panjang dan kadang berlanjut sampai ke hal-hal yang makin nggak penting seperti: ah kalau makan pasti bunyi, ah pasti tukang bohong, ah pasti tukang missed call, ah pasti nggak suka britpop, ah di bagasi mobilnya pasti ada topeng hockey + gergaji mesin dst.

Dan becandaan nobody’s perfect versi kali ini: “Ah, pasti ga pake Linux!”

Terinspirasi dari makin banyaknya kaum hawa yang menghadiri Ubuntu Release Party, salah satunya di Hardy Heron Release yang saya hadiri minggu kemarin.