Start Up Comedy

Terinspirasi saat membaca artikel DailySocial kemarin yang berjudul “Hey Entrepreneurs, What’s Your Big Idea?”. Terutamanya bagian ini: “..Many keep coming back with for example, a social network that offers no real difference with what already exists and are actually still popular.”
Oh dan jangan lupa juga genre daily deals yang menjamur😛

26 thoughts on “Start Up Comedy

    1. agree. chickenstrip kali ini ngga lucu. biar aja orang mau bikin kopian facebook kek. anggap aja mereka lagi berlatih. respect others!

    2. Mungkin bisa dibaca lebih cermat lagi artikel Dailysocial nya, keywordsnya itu: startup & ide. Mindsetnya mohon diadjust ke point of view inovasi atau mungkin investor😀 Saya pribadi dukung content lokal, tapi harus bergerak juga dong dari sekedar adaptasi (kalau di komentar atas saya mungkin lebih ekstrim: kopian :P) ke inovasi bermanfaat (atau kalau menurut artikel di Dailysocial tersebut: yang merupakan solusi).

      Dan ya, selanjutnya pasti lanjut ke retorika content lokal lebih hemat bandwidth internasional dst.:mrgreen:

      Kritik & tantangan supaya lebih kreatif termasuk respect juga toh? Tandanya perhatian hehe😀

    3. Orang sini mungkin ga biasa dikritik ya🙂. Sukanya di-cheering up. “Wow, bagus, keren”. Hahaha. Tipikal banget.

      Padahal kritik semacam ini sangat perlu untuk “reality check”. Teman yang sejati ga cuma ‘cheering up’, tetapi juga memberi masukan untuk lebih maju lagi.

      Dari artikel di sini: http://articles.businessinsider.com/2011-07-13/strategy/30064922_1_reality-innovation-beautiful-people

      “Most of the time, I’m all about providing encouragement and inspiration to entrepreneurs. They need it and they deserve it, because entrepreneurs are the lifeblood of our economy. But every so often,I try to give them a reality check, just to keep their feet on the ground and their nose to the grindstone.

  1. social media yg di china dan jepang juga datang belakangan tapi lebih popular dinegrinya sendiri dibandingkan yg udah duluan… Tanya kenapa?

    1. kalau di jepang karena dasarnya mereka emang lebih suka yang lokal. kalau di china karena banyakan yang dari luar di blok aksesnya. CMIIW facebook twitter youtube dan banyak yang lainnya di china itu di blok.

    2. Faktor bahasa juga pendukung… Rata2 org Jepang dan org China lebih nyaman dengan konten yang mendukung huruf ‘kanji’. Kl di sini kan beda, lebih gaya kl baca konten bahasa Inggris drpd konten bahasa Indonesia. Just my opinion😛

  2. seperti halnya startup “comedy”, standup comedy beneran di berbagai kota besar juga mulai bermuculan, moga ga cuma latah yg bakalan ilang digerus zaman *eh*😀

  3. Alasan aplikasi web lokal kurang diminati: inovasinya kurang. Beberapa hasil start up lokal kayak Koprol sebenernya bagus juga, tapi mungkin fiturnya masih kurang mantep dibanding Foursquare yang muncul agak belakangan, karena itu Foursquare masih lebih laku dibanding Koprol.😀

    IMO, ini bukan masalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris sih. Untuk komputer & Internet mungkin kita lebih nyaman pake istilah-istilah bahasa Inggris, karena itu bagian-bagian tertentu dari website yang mau dibuat bisa dibikin pake bahasa Inggris. Kalau untuk Cina & Jepang yang lebih suka konten lokal mereka, kayaknya masalah bahasa juga jadi salah satu pertimbangan. Mereka nggak begitu familiar dengan alfabet yang dipake di bahasa Inggris, sementara kita pake huruf-huruf itu untuk bahasa Indonesia.

    1. Kalau Plurk itu termasuk start up lokal Indonesia juga bukan?

      gw juga sempet baca kalau di Asia (bukan Indonesia aja) budaya inovasinya emang masih kurang dibanding di Barat sana.

      Mungkin perlu dibuat media-media atau event-event yang mendorong pemikirian inovatif. Sekarang emang udah ada beberapa, cuma makin banyak kan makin asik😀

    2. Kalo Plurk sih gw kurang tau awalnya dari mana, tapi kalo gw nggak salah sih banyak orang Indonesia yang ikut di pengembangannya.

      Di sini sih lingkungannya kurang mendukung untuk pemikiran inovatif rasanya. Gw nggak tau kalo jaman sekarang, tapi jaman gw masih SMP-SMA dulu kalo kita punya ide yang agak ‘gila’ sih nggak terlalu banyak pendukungnya (pada pesimis). Pas udah kuliah & lingkungannya bagus malah idenya yang nggak ada.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s