Weekly Chickenstrip: Random Hack of Kindness II

rhok
Kali ini bukan murni comicstrip, sekedar catatan/ngeblog soal kegiatan Random Hack of Kindness II yang saya ikuti minggu lalu.

RHoK adalah sejenis event hackathon yang awalnya digagas oleh beberapa orang dari Bank Dunia, Google, Microsoft, Yahoo! dan NASA. Sejumlah programmer dikumpulkan selama weekend untuk bersama-sama “ngoprek”/”hacking” dan merumuskan solusi IT untuk beberapa permasalahan dunia, khususnya mengenai bencana alam. Event yang kali ke dua ini diadakan serentak di berbagai belahan dunia dan di Indonesia hostnya adalah The Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR). Tercatat 30 partisipan terlibat dalam 6 proyek, terdiri dari berbagai macam programmer (PHP, Python, .net, Ruby, Java dll.) yang hebatnya bisa berkolaborasi di berbagai topik.

rhok
(Foto-foto lain ada di photoblog niwat0ri)

Bicara soal perangkat lunak dan bencana, kurang lengkap kalau tidak membahas Sahana. Sayangnya, banyak sekali aktivis IT lokal yang belum tahu soal disaster management system berbasis opensource ini. Walhasil di tiap event yang berkaitan dengan bencana (salah satunya event ini) selalu ada saja yang “re-inventing the wheel” dengan membuat “yet another disaster management system from scratch”. Tetap positif sih, tapi IMHO lebih baik kalau effort & waktunya dipakai untuk menyempurnakan dan melengkapi Sahana saja.

Saya sendiri di event ini tidak membuat sesuatu yang baru, hanya mencoba membuat dokumentasi sederhana, memahami cara kerja & modifikasi sedikit jeroan proyek Risk in a Box asuhan Dr. Ole Nielsen. Selain karena front end-nya menggunakan Ruby on Rails, software ini sifatnya sangat “pra bencana”: kalkulasi & modelling impact bencana terhadap daerah berpopulasi tertentu, salah satu sample layer yang bikin merinding adalah skenario patahan lembang… Semoga nantinya software bikinan AIFDR ini benar-benar dipakai dan dimanfaatkan oleh pemerintah, minimal BNPB sebagai mitra AIFDR, atau lebih bagus lagi jika pemda atau stakeholder lokal.

24 thoughts on “Weekly Chickenstrip: Random Hack of Kindness II

  1. Sayangnya, banyak sekali aktivis IT lokal yang belum tahu soal disaster management system berbasis opensource ini. Walhasil di tiap event yang berkaitan dengan bencana (salah satunya event ini) selalu ada saja yang “re-inventing the wheel” dengan membuat “yet another disaster management system from scratch”.

    Hee, nyindir kelompok ane nih😀

    Kita nggak bikin from scratch kok, kan pake CakePHP framework😛

    Sebelumnya aku dah explore Sahana Agasti, tetapi “kayanya” masih buggy (begitu liat script buat bikin database di MySQL yang ada definisi foreign key yang merujuk ke tabel yang gak ada/dibuat sesudahnya). Waktu itu kan tujuannya di milis geekpeduli kan buat Merapi, dengan waktu yang mepet sangat riskan untuk menggunakan Agasti. Lagipula waktu itu akhirnya di milis geekpeduli diputuskan untuk menggunakan Sahana Eden.

    Aku juga udah sempet instal Eden, tapi belum sempat explore lebih jauh karena dah mepet waktunya sama RHOK. Selain itu juga di kelompokku rata2 programmer PHP😀 Karena diperkirakan bakal butuh waktu lama buat mempelajari kustomisasi Eden dan belajar Python+Web2Py, akhirnya diputuskan untuk bikin sendiri di atas CakePHP framework.

    Kalo menurut Mas niwat0ri kira2 fitur SIMBA bisa diimplementasikan menggunakan Eden gak ya?

  2. Hihi aduh maaap bukan nyindir, suka sayang aja kalo ada project opensource yg mirip. IMHO dari demo kemarin secara pribadi saya yakin SIMBA lebih rapih & easy to use (kode Sahana Agasti somehow menurut saya emang kurang rapih). Tapi kalo yg Sahana Eden menurut saya sih udah rocksolid banget. Saya juga ga ngerti python, jadi kita belajar bareng aja dikit2 membedah Eden, OK?😀

    Semangat! Maaf kalo ada kalimat saya yang malah jadi melemahkan semangat ngoprek *sungkem*:mrgreen:

  3. Hee, nggak kok… Aku sebenernya juga berpemikiran sama, pengennya ngembangin yang udah ada aja. Tapi berhubung waktunya dah mepet akhirnya bikin sendiri.

    Pengen belajar Python sama kustomisasi Eden, tapi waktunya itu yang terbatas . Sekarang malah lagi belajar PL/SQL gara2 tuntutan kerjaan..😀

    Mohon bimbingannya suhu🙂

  4. Ah yes Sahana, dulu pnah diskusi sama orang IBM sampe mendatangkan pakarnya dari Sri Lanka buat kostumisasi Sahana tp akhirnya susah dipake karena Sahana pake pendekatan bottom-up(data detail di-sum untuk summary) sementara pas fase tanggap darurat dapet data detail tu nearly impossible. Akhirnya pas dirubah jd top-down malah udah ada aplikasi lain yg dikembangkan sama BNPB, yasudlah.

    *curhat seorang kuli IT di BNPB😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s