Chickenstrip 136: Indonesian Local Content


1:2.7 versus 1:7.8, dari presentasi Donny BU saat diskusi “Lokal Konten, Pentingkah?” di kantor DetikBandung hari Sabtu yang lalu. Perbandingan produktivitas konten lokal antara pengguna internet Indonesia dan Singapura ini memang hanya berupa logika, hitungan, statistik dan riset sederhana yang masih jauh dari komprehensif dengan menggunakan mesin pencari Google. Tapi merupakan wacana penting yang berhasil diangkat oleh Vice President Publisher Group Detikcom tersebut.

Diskusi tentang Konten Lokal
Diskusi yang diselenggarakan oleh rekan-rekan dari KitaKlik (event organizer & training IT di Bandung), DetikBandung dan didukung oleh Telkom Speedy, Telkom Flexi dan QWords ini berlangsung sekitar dua jam dan membahas mengenai konten lokal. Konten yang dimaksud di sini mencakup baik konten (dalam artian data dan informasi dalam format teks, media, halaman web dll.) maupun layanan dan aplikasi. Dari diskusi mengenai konten lokal yang pernah saya ikuti baik daring maupun luring, diskusi ini termasuk menarik karena di saat diskusi sejenis selalu berakhir dengan debat mengenai penghematan bandwidth dengan memperbanyak konten lokal (perlu juga sih sebenarnya tapi esensi konten dan cara membangunnya malah jadi sering terlupakan), acara siang itu menampilkan pembicara-pembicara yang membahas konten lokal dari aspek strategis. Seperti contohnya: Kenapa situs lokal sering berguguran? Bagaimana membangun situs dan konten lokal yang bisa menyaingi atau sekelas Detik?

Kuncoro Wastuwibowo: Peta Konten Indonesia
Satu kata untuk menggambarkan presentasi Mas Koen siang itu: statistik! Walaupun dibuka dengan penjelasan general mengenai perkembangan internet terutamanya Web 2.0, saya pribadi sangat tertarik dengan data hasil survey mendetail mengenai trend pengakses internet Indonesia yang menempatkan hiburan (musik) di tempat teratas, urutan website lokal yang paling sering diakses, kelompok pengguna mana saja yang mengakses jenis konten tertentu dan berbagai statistik lainnya. Sayangnya begitu ditodong untuk dicopy beliau dengan berat hati mengatakan harus minta ijin dulu ke pihak pemilik survey dan statistik terkait. Bagi technopreneur yang akan memulai suatu web atau layanan online sepertinya hasil survey tersebut akan sangat berguna. Presentasi ditutup dengan konsep longtail yang bisa digunakan untuk muncul sebagai pemain konten lokal plus ide untuk berbagi infrastruktur atau kemampuan spesifik dari sesama pemain konten kecil untuk bisa mengimbangi pemain besar yang sudah eksis.


“Saya bilang slidenya bagus bukan karena selesai acara saya ditraktir Mas Koen di Ciwalk loh. :P”

Rendy Maulana: Strategi dan Branding
Boss webhosting QWords ini pada presentasinya menekankan bagaimana branding mempengaruhi keberadaan layanan atau konten lokal yang kita miliki. Mulai dari aspek nama atau merk, packaging, update yang konsisten, hingga ketersediaan layanan yang harus selalu reliable. Untuk para pemula juga ditekankan untuk membuat layanan atau konten lokal berdasarkan sesuatu yang kita kuasai atau kita minati.


“Persib nu aing sebagai contoh konten lokal ikut didiskusikan siang itu.”

Donny BU: Mampu, Hanya Tidak Mau
Membuka presentasi dengan demo online people journalism menggunakan kombinasi BlackBerry, Flickr dan blog, Donny membuka wawasan hadirin dengan membandingkan kualitas dan kuantitas konten lokal dari beberapa negara Asia terutamanya studi kasus head-to-head Indonesia versus Singapura di atas. Setelah mendemokan bagaimana kurikulum yang mengkombinasikan pelajaran sejarah dan TIK berhasil mengarahkan murid kelas 4 Singapura membuat konten multimedia dengan peralatan canggih, tak lupa Donny menampilkan hasil karya serupa yang tidak kalah kreatif hasil karya anak jalanan yang hanya dibekali komputer lawas seadanya. Jadi menurutnya ternyata bukan soal kecanggihan teknologi atau mampu tidak mampu, tapi faktor kemauan dan niat.

Sesi presentasi dilanjutkan sesi diskusi dan tentu saja, foto-foto! Tercatat beberapa komunitas IT dan komunitas blogger hadir di acara tersebut, termasuk di antaranya Mr. Iga dari Jepang yang sedang mengumpulkan bahan untuk thesisnya tentang blog.

Acara inspiratif seperti ini sepertinya perlu dijadikan acara rutin di agenda kegiatan IT Bandung sebagai kota kreatif. Mungkin formatnya bisa dibuat lebih informal (seperti Barcamp misalnya), menekankan sharing (seperti acara rutin Fresh di Jakarta), mempertemukan para pelaku IT (seperti acara rutin BHTV misalnya). Atau lebih seru lagi jika dikombinasikan dengan komunitas kreatif Bandung lainnya seperti CommonRoom, tim city branding .bdg dan mungkin digabung dengan PechaKucha (presentasi 20 slide, masing-masing slide 20 detik). Andai ada yang bisa menggabungkan semua konsep acara di atas menjadi satu acara kreatif rutin di Bandung pasti akan sangat bermanfaat.

25 thoughts on “Chickenstrip 136: Indonesian Local Content

  1. @denial: kalau dari statistik surveynya slide Mas Koen kemarin sepertinya masih seputar hiburan dan berita, tapi kalau ada yang menyajikan menu lain yang OK sepertinya bisa berubah juga tuh (coba diviral)

    @bayu, adham: hehe iya ada cosplay, cari guenya di sekitar yang cosplay pake serafuku atau yukata dong ah *mimisan*:mrgreen:

    @akokow: dari situs mas Donny itu 7.8, terimakasih atas koreksinya😀

    @arie: eh suhu! koreksi grammar eikeu dulu, grammar nazi jangan ngabur!:mrgreen:

    @mas koen: pengumuman tes masuk Calon Programmer Negeri Sipil! *lol*

  2. Ah, tapi kalau fokusnya dipersempit ke konten lokal yang isinya mengkritik pemerintah dan ngomongin kejelekan2nya, mungkin Indonesia masih menang…😛

    *gak mau kalah*

  3. “Andai ada yang bisa menggabungkan semua konsep acara di atas menjadi satu acara kreatif rutin di Bandung pasti akan sangat bermanfaat.”

    Yuk..!!!

  4. @catshade: vote for konten lokal berbobot seperti popsy! kita butuh popsy-popsy lain!😀

    @kopral: aih sayah jadi malu, panel-panel terakhir ketauan deh curcol soal BOTD:mrgreen:

    @anis: yuk?… sok! *kaburrrr* heuheuhuehue:mrgreen:

  5. Dasar chicken!!😛
    Btw, sebagai blogger pemburu hadiah, apakah dikau ikutan lomba blog itu? Bukan yg dibikin kitaklik, tapi yg dibikin provider internet paling keren itu. (lol)

  6. @anis: tadi ga ikutan nonton transporter? lomba yang sapidi? ribet daftarnya ah, kmaren-kmaren masukin prepaid sebiji eh loginnya ga masuk-masuk, password reminder juga gagal, keburu ilfil😛 ikutan yang kitaklik aja, one shot.. simple.. tapi gak tau dibanned ma panitia ngga wakakakaka:mrgreen:

  7. semua mua kok konten lokal, nggak pelajaran nggak pekerjaan nggak blog
    now comics?

    heheheheh ..

    konten lokal jogja — GUDEG!

    so blogger jogja, mari kita templokin gudeg ke layar komputer kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s