Music Player & Scrobbler di Console

Bekerja dengan komputer yang memiliki processor dan RAM yang terbatas seperti EeePC kadang membuat saya lebih perhitungan. Walaupun sudah menggunakan sistem operasi yang cukup ringan seperti Xubuntu Linux, saat banyak aplikasi dijalankan terjadilah kasus fakir resource. Salah satu aplikasi yang biasanya terpaksa dimatikan adalah pemutar musik, padahal hambar rasanya kalau bekerja tanpa iringan musik. Akhirnya salah satu solusinya yah kembali ke laptop console/terminal yang relatif lebih hemat.

  • Music Player yang cocok bagi kaum fakir resource?
    Eksplorasi music player (di Linux) yang pernah saya coba sebenarnya masih sedikit. XMMS sudah cukup usang dan tidak dimaintain (konon diusulkan diremove dari repositori Debian?). Amarok? Naaah.. berat dan saya menggunakan XFCE bukan KDE jadi kurang afdol rasanya, lagipula saya tidak pernah bisa nyaman dengan tipikal player ala iTunes (ini juga kenapa Rhythmbox saya coret, juga Songbird dan Banshee). Sejak Ubuntu 7.04 akhirnya saya memilih Audacious , betah juga menggunakan penerus XMMS yang bergaya Winamp ini.
    Tapi eh tapi di Eeepc ternyata menghabiskan 20-35% CPU resource dan 5-7% Memory resource (pengukuran kasar menggunakan command top). Setelah membantai banyak plugins, efek, fitur dan decoder di preference, masih menghabiskan 10-11% CPU resource dan 4-5% Memory resource.
  • Kembali ke… Console
    Pertama yang dicoba tentu saja command line music player mpg321 dengan jurus menginstall sudo apt-get install mpg321. Tapi resource footprintsnya masih berkisar di 6-10% CPU resource dan 0.7-1% Memory resource, jiwa Paman Gober saya belum terpuaskan. Akhirnya kembali ke jaman yang lebih jadul lagi, sudo apt-get install mpg123. Nenek moyang MP3 player di *NIX ini setelah diinstall dengan jurus sudo apt-get install mpg123 hanya menghabiskan 1.5-3% CPU resource dan 0.1% Memory resource. Kekurangannya: defaultnya mengunakan sound OSS bukan ALSA, biasanya bermasalah/bentrok dengan flash player jika mengakses halaman flash bersuara menggunakan FireFox. Solusinya dengan menginstall paket mpg123-alsa untuk versi ALSA, tentu saja jadi sebelas duabelas dengan mpg321 tapi masih berkisar di 2-5% CPU resource dan 0.4% Memory resource.

  • Audio Scrobbling
    Tapi music player tanpa GUI kan tidak ada plugins untuk audio scrobbling untuk mengupdate account Last.fm saya? Padahal kan di jaman web 2.0 ini saya ingin exist berinteraksi di social networking berbasis selera music. Ok, berarti kalau tidak sedang online saya tetap menggunakan mpg123, tapi perlu player yang support audio scrobbling kalau kebetulan sedang online. Untuk mpg123 di console sebenarnya ada scrobbler tambahan LastBASH, sayangnya instalasinya agak ribet. Pilihan akhirnya jatuh ke Herrie, player untuk console dengan user interface lumayan (seperti dibikin pake ncurse) dan sudah menyediakan inputan username dan password (MD5) Last.fm di confignya.

    Untuk Ubuntu Linux instalasinya cukup dengan menambahkan repositori:
    deb http://packages.linux-info.be/ gutsy all
    Lalu seperti biasa lakukan sudo apt-get uodate lalu sudo apt-get install herrie.

21 thoughts on “Music Player & Scrobbler di Console

  1. klo make xmms2 yang notabene-nya masih CLI gimana dik? yah setidaknya codenya masih selengkap xmms, dan ada short button-nya bwt dipasang ke panel.

  2. XMMS sudah usang?๐Ÿ˜•

    Iya sih kayanya. Saya aja nginstallnya sempat repot. Biar gimana saya masih lebih suka player yang winamp-alike ini. Ndak menuh-menuhin layar kaya Amarok, Exaile etc itu๐Ÿ˜›

    *disertai skrinsut segala*:mrgreen:

    Eh iya… ndak ada komiknya ya?๐Ÿ™„

  3. mungkin ini adalah ayam satu2nya yg suka musik ..

    btw sy pake amarok, tapi lum punya akun last.fm euy ……. tanda sy tidak exist di dunia maya ?๐Ÿ˜€

  4. @kopral: iya sih, sering disebut sbg mis-attribute tp kepalang banyak yang make hehehe

    @cK: menclok di jendela? bukan tante-tante lg dunk chik, jd burung kakaktua?:mrgreen:

    @zahris: wah lom nyoba ntuh, coba ah.. tadinya gw ngehindarin xmms lebih gara2 Gtk1.2 nya aja sih

    @ika: saya juga bolen begitu mudeng mba, oprekan kecil kelas pengguna aja ini mah๐Ÿ™‚

    @conan: ya stuju! kalo di Window eikeu juga pake foobar, sound ok, fitur minimalis ga neko-neko (winamp oh winamp.. kenapa ke sini2 jadi segambreng yah?)

    @iDham: forget the rest.. hihihi, eh iphone woy

    @nazieb, alex: ah komik.. lg ga sempet๐Ÿ˜›

    @anis: thx infonya mba๐Ÿ™‚

    @hyorinmaru: klo beli spek komplit tp mahal, mending beli umpc bneran dong? hihihi:mrgreen:

    @adit: dit dit, kapan kita nyerbu si kost arie? kasian dah 2 minggu di bdg ga dikunjungin euy๐Ÿ˜ฆ

    @adit: yg gy stress pacaran diem aja deh dhit wkwkwkwkw:mrgreen:

  5. a diki…nanti klo gath ID ruby sama suami kuw n mas arie, di stroberi aja…(ini rekomendasi nya si aa)…

    btw, klo saia milih amarok alasannya dah ada di repo fedora n library-nya lebih lengkap dari XMMS yang notabene masih melekat nuansa winamp…

    *dah ga sakaw komik lagi nih*

  6. @zahra: sbentar sbentar… rumah stroberi.. adit.. cihanjuang… wew, enak yg rumahnya dket dong di cihanjuang tinggal nanjak dikit!! wkwkwkwk:mrgreen:

  7. Mas,
    Saya pengguna baru linux, dulu win pindah mac, sekarang lagi mulai nyicipin linux.

    Mau nanya yang simple saja, saya pakai EEEPC 900 yang linux, dan kurang puas dengan sound recordernya. Jadi pingin install seperti cool edit atau sejenisnya.

    Apakah bisa bantu, apa softwarenya, bagaimana installnya…

    Maaf ya, pertanyaannya basic banget. Saya sama sekali gaptek mengenai linux, namun semangat mau ngerti…

    Jika mungkin dijawab secara orang awam gitu lho…

    Makasih!

    Ronny FR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s