Chickenstrip 92: Sci-fi Comic Meet-up

blog
“Untuk menulis komik yang bagus, buang/kuncilah seluruh koleksi komikmu lalu bacalah buku-buku yang telah mengubah dunia.”

Diskusi Cergam Sci-fi
blogKalimat di atas adalah kutipan favorit saya dari Rieza F Muliawan, salah satu pembicara acara “Generasi Baru Cergam: Era Futuristik” yang diadakan oleh Komunitas Cergam Manyala 23 Maret lalu di Alabene Center Bandung (yayaya baru sempet nulis sekarang). Kalau tidak salah Mas Rieza yang sore itu membuka wawasan hadirin dengan referensi-referensi komik sci-fi yang luar biasa, mengutip kalimat tersebut dari oom Warren Ellis. Kutipan yang secara implisit mengajak para komikus untuk serius membaca, menggali dan melakukan riset referensi tekstual tersebut muncul untuk menanggapi lontaran topik pembicara sebelumnya yaitu Pak Bambang Sugiharto yang menyoal tentang miskinnya kualitas ide/isi/cerita karya-karya lokal dari acara tv hingga cergam sekalipun. Topik dari tokoh akademisi filsafat Unpar ini dibahas lebih detail oleh mas Mariko di website M-Productions. Dibuka oleh penampilan musik akustik yang keren dari Gail, secara garis besar takshow sesi pertama ini membahas kualitas ide karya-karya lokal (oleh Pak Bambang), penyajian sci-fi alternatif yang tidak melulu harus teknologi (oleh Mas Rieza) dan sejarah sci-fi (oleh Mas Seno).

Launching Cergam
blogSesi kedua yang dimoderasi oleh Dedefox (cergamis dan aktifis Manyala) membahas tiga cergam berbau sci-fi yang hampir kesemuanya baru saja launching. Eric Wiguna (Dark Venus), Is Yuniarto (Knights of Apocalypse) dan Marico (Deviant) tidak hanya mempresentasikan karya-karya mereka tapi juga berdiskusi dengan hadirin.

blogEric merupakan salah satu contoh anak muda “generasi game console” yang karyanya sangat banyak dipengaruhi game (Shin Megami Tensei) dan anime (Ghost in The Shell). Cergam terbitan Elex ini menurut saya cukup bergaya manga, kualitas gambarnya lumayan bahkan di halaman-halaman akhir pemanfaatan arsiran/screentone-nya rapih dan bagus.

Is Yuniarto yang idealis (ia dan teman-temannya menerbitkan cergamnya sendiri dan berusaha menjadikan cergam sebagai profesi utama) menjelaskan latar belakang cergam trilogi Knights of Apocalypse. Cergam yang satu ini banyak menampilkan adegan-adegan perang besar, desain dan latarnya apik (mungkin karena salah satu cergamisnya adalah seorang arsitek?).

blogMarico yang juga merilis komiknya sendiri dengan bendera M-Productions menjelaskan latar belakang dari cergam Deviant. Selain gambar dan packagingnya menarik (cover keren, kertas recycle dan kualitas gambar yang konsisten), cergam ini juga secara smart menyajikan simbol-simbol industri desain. Nama Ardi yang merupakan singkatan dari art director, scanner, creature, aydea… setelah membaca setengah buku kita akan tersenyum “Hei, ini mah soal aktifitas perusahaan desain?”. Sebuah eksplorasi semiotik yang menghasilkan cergam yang kreatif dan mengajak kita untuk berpikir.

Diskusi Berlanjut
Selain seputar tiga cergam di atas, ada beberapa topik diskusi lain yang cukup menarik:

  • Salah satu cara alternatif menghasilkan bahan cerita untuk cergam (khususnya sci-fi) mungkin bisa juga dengan melakukan adaptasi dari karya-karya sastra. Mas Rieza mencontohkan cergamnya Peter Kuper yang mengadaptasi Metamorphosis karya Kafka.
  • Kekonsistenan dan kecepatan rilis cergam berseri karya lokal nampaknya mempengaruhi mood pembeli?
  • Terkait dengan kecepatan rilis, cergam lokal yang bermuatan sebanyak halaman manga tentu jauh kepayahan dengan manga-manga luar karena sebenarnya manga luar juga rilis rutin sedikit-sedikit (di Shonen Magz misalnya), sementara cergam lokal harus ngebut. Mungkin style penerbitan sedikit demi sedikit tapi rutin ini perlu diwadahi oleh majalah kompilasi komik lokal bulanan. (Sebenernya ini sudah berjalan, walaupun dalam bentuk mini ala komikstripnya Benny & Mice atau Panji Koming, dan memang terbukti survive. Beban terbit rutin tidak terlalu berat, ide mengalir rapih tidak dikejar deadline, kompilasi atau terbitan versi jilidnya tetap laris.)
  • Cergam sci-fi tidak harus “wah” dan futuristis dalam gambar. Gambar sederhana tapi dengan ide nyeleneh seperti I Killed Adolf Hitler-nya Jason yang dikategorikan sebagai idiosyncrasy sci-fi juga bisa menghasilkan karya yang berkelas.

Pameran Komik
blogSelain memborong beberapa cergam lokal, di toko buku Alabene yang cukup cozy itu saya menyambangi beberapa meja display dan mengobrol sedikit dengan beberapa cergamisnya. Salah satu favorit saya tentu saja: webcomics Kakek Gadis dan Buaya! (Tapi pikunnya saya malah lupa nyari si Kang Eric-nya, sama halnya dengan saya lupa nanya-nanya gimana caranya join dengan komunitas cergam Manyala *semoga ada yang kebetulan baca*. Belakangan setelah lihat foto-foto acara ini di multiply, sepertinya saya baru ngeh si Kang Eric yang mana… sekalian dijadiin cameo aja di comicstrip kali ini :P).

Tautan Lain

23 thoughts on “Chickenstrip 92: Sci-fi Comic Meet-up

  1. KEDUAXXX !!!.

    * pake sarung tangan *
    ** fokus kan pandangan **
    *** pasang kuda – kuda ***

    WOIIII LEMPAR KOMIKNYA KE SAIA AJAH !!!!!!!!!!!!

  2. Ekspresi si ayam selalu impresif🙂.
    Memang menarik sih kalau komik diilhami dari ceruk (niche) karya sastra atau sejarah yang jarang disentuh manusia. Atau dengan sentuhan reinterpretasi yang berbeda.
    Good luck ya.

  3. Wahaha, pantes serasa kenal siapa itu yang di panel ha ha ha
    Oh iya tentang komunitas manyala, ternyata orang-orangnya pada aktif di deviantart! Sudah gw add jadi temen semua, cek aja di ericbdg.deviantart.com, di friendlists. Kalau berminat, pajang juga aja chickenstripnya disana, ada kok kategori artwork untuk comic strip. Selain itu, temen sebelah gua waktu pameran juga ada acc deviantartnya, isinya ya gagaringan pas kuliah aja, lumayan juga kok.
    Tambahan lagi, salah satu komik sci-fi yang dibahas (tp hanya sekilas) itu adalah Nikopol Trilogy, keren lah pokonya, dulu pernah ada dvdnya, berjudul Immortel, kaya 5th element-nya Bruce Willis & MIlla Jovovich.
    Langsung gua cari di rapidshare he he he.

  4. @byakugie: wah ga bisa, susah.. ketutupan sama kuda!:mrgreen:

    @cK: fakir komik Chik?:mrgreen:

    @mas koen: ada mas Kun jadi inget komiknya Craig Russel terbitan Darkhorse yang “The Ring of Nibelung” (yang cetakan tetralogi pasti mahal hiks, yang ketengan perchapter entah ada yg ngimpor ngga, susah biasanya mah yg bukan mainstream hero gini mah), saya mungkin bukan wagnerian tapi saya pecinta nordic myth😀

    @kang eric: prasaan pernah bikin akun deviantart tapi dari 2005 lon pernah diisi *toss* , #92-nya silahken disikat.. next time klo pameran komik jangan nongkrong di booth tetangga ya:mrgreen: secara susah nyarinya (sayah yakin kemarin itu liat kang Eric duduk di meja sebelah yang ada komik2 impor mahal tea)

  5. Ha ha, nah itu dia, karena ga ada yang jaga, gua yang disuruh bantu jaga stand komik di sebelah… rasanya gatel banget liat komik impor yang tebel-tebel, pengen langsung teriak “komik gratis! Silakan ambil!” Ha ha. Btw gw ada scans-nya yang Ring of Nibelung, jika berminat, kabarin aja.

  6. @koen,

    Ekspresi si ayam selalu impresif🙂

    maka kita harus selalu waspada thdp tanda tanda gerak gerik si ayam yang biasa mendekam opini tapi tiap kali hendak bertelor jadilah ekspresi impresif itu

    @niwatori,

    @&gt—–

    kabur

  7. gw juga bersedia menampung, mau komiknya, mau ayamnya, gw nampung dah, btw ini serius pake mos doang yaaaaa ? kerennnnnn *nyembah2 diki*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s