Chickenstrip 53: Doraemon

Bukan bermaksud nyemplung, hanya sedikit menyoal😛

Tabula rasa… kertas kosong, dan kita semua mencintai kertas kosong kita masing-masing. Alkisah di suatu desa yang penuh dengan pelukis, orang-orang sibuk menyalahkan sebuah pohon. Konon pohon yang kebetulan bukan jenis tanaman asli desa itu mulai banyak dijadikan model lukisan oleh para pelukis. Mereka yang protes beralasan bahwa kertas-kertas kosong mereka kini berisi gambar pohon jelek itu. Bentuk dan warnanya memang jelek, tidak serapih dan sehijau tanaman pada umumnya yang biasa mengisi kertas kosong mereka dengan gambar yang indah.

Tapi mereka lupa, kertas kosong tidak bisa memunculkan gambar dengan sendirinya. Mereka sendiri yang harus memainkan kuas dan cat di atasnya, memindahkan obyek yang mereka lihat menjadi sebuah lukisan. Jelek atau tidaknya lukisan yang menimpa kertas kosong milik mereka, mereka lah sendiri yang bisa mengaturnya. Cukup palingkan pandangan dari si pohon jelek, sapukan kuas berdasar pemandangan pohon yang lain. Atau tetap menggambar si pohon jelek tapi hanya bagian-bagian kecilnya yang menarik, dikombinasikan dengan pemandangan lainnya. Tidaklah perlu menyalahkan si pohon jelek. Toh sejelek-jeleknya suatu ciptaan, selalu memiliki kegunaan, setidaknya untuk mahluk lainnya. Contohnya saja orang-orang desa sebelah, mereka terhibur dengan bentuk si pohon jelek. Setiap melewati pohon tersebut selepas bekerja di ladang, mereka selalu tersenyum melihat siluet pohon tersebut yang menyerupai kakek tua yang sedang teraduh-aduh menggaruk punggung.

Jadi? Apakah perlu mempermasalahkan si pohon jelek ini ataukah lebih baik membereskan kuas, cat dan teknik gambar masing-masing? Para pelukis yang lebih tahu. Saya sih belum dikaruniai kertas kosong😀

22 thoughts on “Chickenstrip 53: Doraemon

  1. Yaaa diki…?
    Antum tau filim Lorong Waktu Dedi Mizwar? Disyana’, setiap episode pasti memaju’, atau’, memundurkan waktu’. Tapi kok pada ja’uh nyindir Doora’emon yah?

    *elyus-elyus jenggoth*

  2. @cK: takekoputa… baling-baling bambuuu!😀

    @pradit: bukan masih dibahas, saya telat mbahas😛

    @undine: tenang, di list commnet ga ada tuh, mungkin koneksinya aja lagi jelek

    @udienz: kalo gitu gambar tersangka berikutnya kita blur pake mosaic😀

    @ade: wah makasih atas linknya😀

    @xaliber, streetpunk, retorika, pras, rozen, manusiasuper, ekowanz: syukurlah kalau tepat, tp ga ngasih solusi sih sbenernya… another rants doang jadinya😀

    @nugrahadi: mari sedikit blogwalking untuk cari gosip blogosphere😀

    @iman: hwaduh bukan.. bukan.., jauh dr sufi ini mah:mrgreen:

    @blek: wak haji, dvdnya blon sempet dikirim, sabar yah *elus-elus jenggot wak haji*

    @mihael: gw jg suka gaya lo😀

    @stey: kalopun isinya ada yg kurang bagus, silahkan coba di-tip-ex aja kertasnya:mrgreen:

  3. kehebohan yang gak penting yang sebetulnya nggak heboh dan sengaja dibuat penting oleh orang-orang yang suka bikin heboh yang nggak penting sehingga menjadi penting dan heboh namun akhirnya toh masih banyak orang cerdas yang tidak heboh karena kepentingan orang yang ingin dianggap penting

    * mbulet mode on *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s