Kutukan BlankOn

Di kalangan tim pengembang BlankOn Linux terdapat suatu peraturan tidak tertulis yang secara bercanda dinamakan “kutukan BlankOn” yaitu “Yang usul yang eksekusi!” Jadi kalau seseorang mengusulkan suatu fitur baru dia jugalah yang harus mengerjakan, minimal membuat spesifikasi atau dokumentasi awal dan mengorganisasi tim berikut arahan pengerjaan. Ini bukan tradisi tunjuk menunjuk kekanak-kanakan ala jaman sekolahan tetapi karena memang ketersediaan sumber daya manusia di tim pengembang yang jumlahnya sangat terbatas. Walaupun sebagai distribusi GNU/Linux turunan Ubuntu yang notabene tidak perlu mulai dari nol karena banyak memanfaatkan apa yang sudah disediakan oleh Ubuntu, tetap saja menggarap suatu distro linux membutuhkan kerja keras dari hulu ke hilir. Jadi sesabar apapun seorang istri, kalau lagi sibuk cuci piring plus aktivitas combo memasak dan mengurus anak namun tiba-tiba sang suami nyeletuk “Mah, gimana kalau foto di atas televisi digeser agak serong sedikit 2 centimeter ke kanan supaya kelihatan lebih pantes?”. Bisa dimaklumi kalau dijawab, “Geser aja sendiri, mama lagi sibuk!”

Nb:
Dan sepertinya jargon ala stiker-stiker yang lagi banyak beredar di jalanan bandung bisa juga dipake, Motor Usul aing, kumaha aing!” Hehehe.

5 thoughts on “Kutukan BlankOn

  1. Perasaan lagi banyak pisan tuh, sehari bisa nemu beberapa versi “Mio aing kumaha aing”, “Landy aing kumaha aing” (landrover) dll. Memang asik sih, singkat dan lugas. Seperti jaman-jaman “Senggol bacok!” Kekekekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s