Dungeons and Dragons

“I’ve got a Dungeon Master’s Guide, I’ve got a 12-sided die…” ( Weezer – In The Garage )

Bahkan Rivers Cuomo juga maen Dungeons and Dragons! Belakangan ini gue lagi cukup aktif main (baca: diracunin) Dungeons and Dragons yang berbasis web-board, cukup santai.. nggak menghabiskan banyak waktu (cek sehari sekali, baca-baca, roll dadu dan ketik cerita sekitar 15 menit, cocok buat gue yang lagi ngga bisa nongkrongin game lama-lama) tapi fun. Bagi pecinta RPG (Role Playing Game), mungkin game RPG sekarang hawa role-playnya semakin ngga kerasa, yang diimprove habis-habisan cuma tampilan dan efek, kalaupun storyline dan gameplaynya istimewa.. tetep aja banyak bagian dari karakter kita yang linear. Maka dari itu kayaknya roleplay klasik seperti Dungeons and Dragons (DnD) bisa jadi pelarian yang menarik, terlebih lagi jika dimainkan secara online (via web-board/forum atau mailing list) rame-rame.

DnD yang pertama kali dirilis tahun 1974 ini bisa dikatakan adalah ‘rules’ atau aturan-aturan untuk bermain roleplay. Dulu dimainkan lewat pos atau pensil+kertas+dadu, sekarang sudah lebih keren.. online. Kunci utama permainan ada di seorang gamemaster atau Dungeon Master (DM), dia menyusun cerita, membuat narasi, mengawasi para pemain (kalkulasi langkah yg diambil, skill, cast magis, kesuksesan keputusan yg diambil dsb.) berdasarkan beberapa buku panduan dan rolling dadu yang dilakukan para pemain. Di sini pemain tidak sekedar bermain, tapi dituntut juga berkreativitas dan berdaya khayal tinggi dan harus mampu menulis/bercerita dengan baik. Untuk awal masing-masing pemain memilih races (elf, human dll.), classes (ranger, cleric, wizard dll.), statistik (dexterity, charisma dll.), alignment (evil, good dll.) dan berbagai statistik dan properti awal karakter masing-masing. Setelah itu barulah masing-masing berpetualang, berperan sesuai dengan desain karakternya masing-masing di bawah bimbingan dan pengawasan DM yang memberikan misi, outline cerita dan tentu saja musuh-musuh / monster dengan ending yang sama sekali tidak linear. Mau mengeluarkan spell atau mengeluarkan jurus pedang? Baca dulu manualnya baik-baik, kocok dadu, lalu laporkan ke DM untuk kalkulasinya. Untuk lebih detail bisa dilihat di Wikipedia’s DnD dan untuk download manual-manualnya bisa di dndresources.com , dan bila butuh dadu online bisa menggunakan Irony Dice . Dan bila sudah tamat, kumpulan narasi masing-masing pemain dan narasi DM bisa dikompilasi menjadi suatu cerita, ala Lord of The Ring.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s