You are currently browsing the category archive for the 'Chickenstrip (English)' category.

Fantasy football adalah jenis game online berbasis web dimana kita menjadi pelatih, mengatur pemain dan berkompetisi meraih nilai terbaik dengan pelatih/player lain berdasarkan statistik pemain di pertandingan sebenarnya. Kalau untuk kompetisi reguler atau liga mungkin yang terkenal adalah Yahoo Fantasy Games, tapi ritual di kantor biasanya kalau ada event besar seperti piala dunia atau piala eropa baru deh pada main bareng fantasy football. Seru, tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan bisa lebih memeriahkan euforia event yang bersangkutan.
Dan kemenangan Spanyol menjadi juara eropa 2008 menyudahi game McDonald’s Euro 2008 Fantasy Football. Setelah dari awal sempat selalu beredar di minimal tiga besar klasemen, eh di saat terakhir tim Chickenstrip United terlempar ke posisi tujuh (urutan 1454 dari seluruh player dari Indonesia, halah..). Menjelang final agak kurang semangat juga sih, pilihan pemainnya yang makin mengerucut jadi standar. Yang asik itu malah di group stage:
![]()
Anyway, congrats buat Spanyol!

Salahkan sistem transportasi umum yang sangat tidak memuaskan dan mahal, satu lagi moncong logam penghembus nafas berbahaya bagi bumi berkeliaran di jalanan Bandung. Saatnya menghitung ulang carbon footprint pribadi nih.
Berhubung masih newbie, masih butuh banyak menambah jam terbang. Kalau di game-game RPG mungkin istilahnya harus mengumpulkan experience point untuk menaikan job level dan melengkapi skill tree (halah, Ragnarok Online pisan):

Lagi naikin skill passenger mastery nih.. ada yang mau jadi karung beras kelinci percobaan?

Keidean dan keingetan soal program espeak ketika hari ini baca comicstrip xkcd yang nyeritain hacked laptop yang diinstallin speech synth. Nah salah satu yang bisa digunakan seperti di xkcd itu yaitu espeak yang mudah diinstall dan dijalankan dari console.
Jika menggunakan Ubuntu Linux, si espeak ini secara default sudah terinstall (mungkin untuk padanan TTS di Windows XP). Karena saya menggunakan Xubuntu, harus diinstall dulu:
$> sudo apt-get install espeak
Untuk menjalankannya cukup dengan mengetikan:
$> espeak "bakpaw bakpaw, bakpaw panush"
Nah sudah mirip dengan suara rekaman+pengeras suara abang-abang tukang bakpaw yang sering lewat di komplek perumahan kan? Variasi dagangan command line option lainnya adalah:
$> espeak "roti roti, roti raja" -s 80 -p 100 -v m4
-s = kecepatan ucap (kata per-menit), 80-370 defaultnya 170
-p = pitch control (ih kaya AFI), 0-99 defaultnya 50
-v = jenis suara, male m1-m6 atau female f1-f4
Membaca file text juga bisa, bisa dilihat lebih detail di manualnya. Program lain yang sejenis di GNU/Linux antara lain festival, distro GNU/Linux untuk penyandang cacat (salah satunya pernah didemokan oleh Pak Rusmanto di Debian Conference UI) biasanya menyertakan program-program text to speech ini.

Yayaya, para fans vi, emacs, latex, textmate dll. pasti kesummon. Saya sendiri sekarang lebih sering menggunakan gedit yang dimodifikasi. Tapi icon imut notepad yang nostalgic kayanya lucu juga dibikin kaos ![]()

Sejak ada pemadaman bergilir di Jawa Barat, sepertinya di kantor ada SOP baru:
- Cek jadwal pemadaman listrik untuk besok di web PLN Jabar (infonya update, bermanfaat)
- Kalau ternyata ada di list daerah yang dipadamkan: copy data/kerjaan yang aktif ke flash disk atau removable disk, pastikan baterai notebook full, pastikan baterai handphone full, pastikan bak mandi dan ember-ember terisi (hey, untuk yang airnya bersumber dari pompa listrik ini juga penting :P), pastikan UPS ok, pastikan modem dan pulsa cukup untuk GPRS/3G darurat.
- Begitu mati lampu, shutdown server-server dan NAS sebelum UPS-nya mati.
- Lakukan aktifitas standar mati lampu:
- Baca (koran PR, majalah/buku IT, Cirque du Freak atau novel hasil rampokan lainnya :P)
- Maintenance ke client (sok sibuk, padahal cari colokan listrik :P)
- Gitar-gitaran (sebelumnya pastikan senar2 ok dan print kunci2 lagu top forteh bila perlu)
- Untuk yang sedang deadline dan berbaterai sehat, ngungsi ke mall yang ada hotspotnya.
- Pulang ke rumah, sambil sesekali nelepon kantor nanyain listrik udah nyala atau belum (frekuensi nelponnya kadang lebay, supaya kelihatan semangat kerja… padahal kalaupun nyala belum tentu balik lagi ke kantor :P)
- Diskusi “banyak ide kurang aksi”, ngebahas ide-ide dan konsep ngalor ngidul di kertas ataupun whiteboard.
- Kongkow-kongkow… - Wah bisa posting sampai point ke 5, kirain baterainya udah mau hab

Salah satu oleh-oleh dari ikutan acara bebersih bareng barudak Batagor adalah pupuk ampas kopi yang dibagikan gratis oleh rekan-rekan dari Starbucks. Saya sendiri termasuk pecinta kopi yang tidak suka Starbucks (ah ayolah, kita nikmati Kopi Aroma-nya Jalan Braga atau kopi-kopi lokal lainnya sadjah). Tapi program Grounds For Your Garden dari Starbucks ini menarik juga. Berawal dari gerakan inisiatif lingkungan biasa dari para pelanggan, tahun 2003 program bagi-bagi ampas kopi untuk pupuk taman ini resmi menjadi program Starbucks hampir di seluruh dunia. Ternyata ampas kopi mengandung nitrogen yang berguna bagi tanaman sehingga bisa dijadikan pupuk.

Dan dalam kurun waktu 1-2 hari setelah ditabur, wangi kopinya masih tercium (kebetulan pot tanamannya nangkring di meja).

Ini bukan bermaksud menjadi dangkal dalam menilai seseorang (khususnya lawan jenis), tapi nostalgia dengan jokes lama di jaman awal-awal kuliah dulu.
A: “Eh cewek yang itu cantik loh, mana pinter banget lagi.. IPK-nya di atas 3 melulu, ramah dan baik ke semua orang, tajir, soleh. Ideal banget lah pokoknya mah.” *tunjuk-tunjuk*
B: “Ah pasti lesby”
A: “Loh kok gitu?”
B: “Nobody’s perfect!”
A: “Kalau ternyata cantik, pinter, ramah, baik, soleh, tajir dan normal (ngga lesby)?”
B: “Pasti mandul, nobody’s perfect.”
A: “…”
Awalnya cuma dua variabel, antara cantik atau pintar. Yayaya paradox absurd yang klasik, tapi mas Priyadi aja dulu pernah bilang: “Cakep, pinter, jujur… pilih dua.” hehehe. Tapi karena para penghuni asrama ga ada kerjaan dan hampir setiap hari kongkow-kongkow di jendela asrama (yang menghadap ke kampus dan hanya dibatasi jalan paving block + pohon palem), maka variabelnya makin panjang dan kadang berlanjut sampai ke hal-hal yang makin nggak penting seperti: ah kalau makan pasti bunyi, ah pasti tukang bohong, ah pasti tukang missed call, ah pasti nggak suka britpop, ah di bagasi mobilnya pasti ada topeng hockey + gergaji mesin dst.
Dan becandaan nobody’s perfect versi kali ini: “Ah, pasti ga pake Linux!”
Terinspirasi dari makin banyaknya kaum hawa yang menghadiri Ubuntu Release Party, salah satunya di Hardy Heron Release yang saya hadiri minggu kemarin.

Menjawab telepon tidak akan membunuhmu, kecuali jika:
- Kode negara yang tampil di layar adalah +1 dan nama penelepon yang muncul adalah Jason Vorhees atau Freddy Krueger
- Layar ponsel anda cukup lebar (minimal 21″) sehingga bisa dilewati oleh Sadako
- Saat menjawab telepon anda tidak sedang berada di posisi atau melakukan kegiatan seperti yang dilakukan oleh suicidal bunnies
- … (silahkan para pecinta hoax isi sendiri)

Memiliki ingatan terbatas, setiap acara kopdar (offline meeting) saya selalu kesulitan menghafal nama (terlebih lagi alamat blog) seseorang. Setelah online barulah mencari-cari dan menambahkan blog-blog tersebut ke RSS reader… dengan mulut monyong “Ooooh blog si anu!”. Hal ini juga terjadi hari minggu kemarin di kopdar blogger Bandung.
Daerah lapangan Gasibu minggu pagi merupakan visualisasi harfiah dari “Bandung heurin ku tangtung”. Menerobos lautan manusia ke arah timur, di sayap kanan Gedung Sate terdapat salah satu hutan kota yang salah satu bagiannya adalah Taman Lansia. Di RTH (Ruang Terbuka Hijau) inilah Batagor yang merupakan salah satu komunitas blogger Bandung melakukan acara Bebersih Bandung. Di acara bebersih kali ini berbaur juga komunitas lain seperti Flexter, rekan-rekan Starbucks (beserta kopi ^^), Klub Linux Bandung, Bandung Blog Village, komunitas dan blogger lainnya plus Mas Koen, Mas Budi Putra, Kang Jay dan seorang buruh coding merangkap komikus ayam yang nimbrung mungutin sampah sebelum akhirnya diculik untuk rapat kantor (hari minggu? di beberapa lokasi berbeda? argh!)

Kata Mas Koen rekan-rekan Starbucks ga mau dipublikasi, gimana kalau diganti aja dengan Chickenstrip? (Hasil nodong si puty poto2)
Link terkait: Foto-foto bebersih Taman Lansia di Picasa saya

Masih dalam suasana hari bumi, kaitannya dengan blog saya teringat dengan pertanyaan mas Priyadi di postingannya 2 tahun yang lalu soal netral karbon:
Pertanyaannya, apa ada penyedia layanan ‘netral karbon’ di Indonesia? Daripada menanam pohon pinus di Taman Nasional Gallatin, Montana, US, saya lebih suka uang saya digunakan untuk menanam pohon jati di Kalimantan Selatan.
Kalaupun belum ada, ya sementara ini kita kembali ke kegiatan “sebisa kita”. Mungkin seperti yang ada di blognya Pearl ini: “satu aksi saja setiap hari, untuk melestarikan bumi…”
Bacaan terkait: carbon offset

Saya adalah salah satu penggemar Dilbert yang mengikuti comicstripnya lewat RSS, jadi termasuk terlambat mengetahui soal dirilisnya Dilbert.com yang baru. Begitu nyoba eksplorasi sedikit ehhh…
“Windows 2000, Windows XP, Windows XP Media Center 2005, Mac OSX 10.3 or Mac OSX 10.4 is required to view this page”
W00t??? Tapi banyaknya orang yang kecewa, menyayangkan, memprotes dan mengkritik soal websitenya yang baru merupakan bukti bahwa everybody loves Dilbert! Syukurlah oom Scott Adams pun mengerti dan merespon lewat blognya. Pake penekanan khusus bagi Linux user malah hehehe:
Linux users were the most vocal in their complaints. (Who saw that coming?) Your numbers are small but your power is mighty. Just for you, we’re working on a bare bones page with only the strips, text navigation, and not much else. Look for that in a week or so. You’ll be able to jump from there to the main page if you want to experience the new features like regular folk.
Fitur-fitur baru ala mashups seperti custom punchlines dan widget-widgetnya memang termasuk terobosan yang cukup unik, tapi flash nya itu loh. (Yayaya saya termasuk cukup anti flash… dalam batasan-batasan tertentu).

Jigoku Tsushin adalah situs di serial anime Jigoku Shoujo yang bisa memanggil si gadis neraka Enmai Ai untuk membalaskan dendam pengunjungnya (termasuk web 2.0 gak sih? :P). Dihosting di layanan co-location neraka sepertinya tidak menjamin situs tersebut aman kali ya? Apalagi dari peretas Indonesia yang sekarang sedang rajin defacing ![]()

Ingat adegan menegangkan di seri film horror Child’s Play saat boneka Chucky yang sudah dibuang ke tempat sampah tiba-tiba muncul lagi di meja/rak sambil menyeringai? Ok, ganti boneka Chucky-nya dengan buku ini:
Ya! Salah satu musuh saya di tahun-tahun awal kuliah.. buku Kalkulusnya Oom Purcell. Muncul tiba-tiba di salah satu ruangan kantor… Eh tapi setelah iseng buka-buka beberapa halaman malah jadi keidean soal “blogger negatif” ![]()

Speechless… and downloadless?

“Untuk menulis komik yang bagus, buang/kuncilah seluruh koleksi komikmu lalu bacalah buku-buku yang telah mengubah dunia.”
Diskusi Cergam Sci-fi
Kalimat di atas adalah kutipan favorit saya dari Rieza F Muliawan, salah satu pembicara acara “Generasi Baru Cergam: Era Futuristik” yang diadakan oleh Komunitas Cergam Manyala 23 Maret lalu di Alabene Center Bandung (yayaya baru sempet nulis sekarang). Kalau tidak salah Mas Rieza yang sore itu membuka wawasan hadirin dengan referensi-referensi komik sci-fi yang luar biasa, mengutip kalimat tersebut dari oom Warren Ellis. Kutipan yang secara implisit mengajak para komikus untuk serius membaca, menggali dan melakukan riset referensi tekstual tersebut muncul untuk menanggapi lontaran topik pembicara sebelumnya yaitu Pak Bambang Sugiharto yang menyoal tentang miskinnya kualitas ide/isi/cerita karya-karya lokal dari acara tv hingga cergam sekalipun. Topik dari tokoh akademisi filsafat Unpar ini dibahas lebih detail oleh mas Mariko di website M-Productions. Dibuka oleh penampilan musik akustik yang keren dari Gail, secara garis besar takshow sesi pertama ini membahas kualitas ide karya-karya lokal (oleh Pak Bambang), penyajian sci-fi alternatif yang tidak melulu harus teknologi (oleh Mas Rieza) dan sejarah sci-fi (oleh Mas Seno).
Read the rest of this entry »

Lupakan sejenak ribut-ribut soal UU ITE atau soal RS, kita beralih dari topik kebutuhan pokok manusia yang tertier ke topik kebutuhan pokok manusia yang primer (yayaya versi gue urutannya adalah sandang, pangan, internetan … papan belakangan :P). Sama seperti teh Mira, saya juga kurang nyaman ngelihat orang-orang yang make skinny jeans yang mrecet-mrecet.. suka sesek perut sendiri (padahal ngelihat doang). Pernah hadir di suatu acara dan pesertanya cowok cewek rata-rata pake skinny jeans (dan celana pinsil dari bahan lainnya), bukannya atmosfir emo, retro, rock n roll atau apalah yang kerasa… malah serasa di hutan Sherwood (lebih tepatnya lagi: film Men in Thights).
Sepertinya habis postingan ini chickenstrip bakal diboikot sama para ABG emo dan blogger fashion, hehehe.

Derau sudah kepalang tanggung lebih kencang dari pesan. Walaupun deraunya ternyata juga penting dan wajib diikuti perkembangannya, jangan lupa baca pesan utamanya.

Euh, seminggu jadi trainer di Jakarta & Sukabumi. Online cuma untuk cek email, nggak blogwalking dan surfing jadi ketinggalan berita. Beresin kerjaan kantor & personal yang tertunda dulu ah, nanti blogwalking & ngomik lagi.

Sebenernya bukan pingin menyoal tentang strip generator, tapi soal ngomik! Buat yang doyan ngomik, minggu ini di Bandung ada acara komik:
“Generasi Baru Cergam: Era Futuristik”
Penyelenggara: Komunitas Cergam Bandung Manyala
Tempat: Toko Buku Alabene, Jln. Sukajadi 189, Bandung
1. Talkshow “The New Generation Of Cergam: Futuristic Era”
o Waktu kegiatan : 23 Maret 2008, 13.00-17.00
o Moderator : Ali Muakhir
o Materi : Genre fiksi ilmiah dalam penulisan kreatif
o Pembicara :
- Bambang Sugiharto (budayawan)
- Rieza F Muliawan (pengamat cergam)
- Seno H. Marjadi (pengamat budaya)
- Marico Kurniawan (cergamis)
- Is Yuniarto & John G. Reindhart (cergamis)
- Eric Wiguna (cergamis)
2. Pameran “Artwork & Futuristic Design Concept” Cergam
o Waktu kegiatan : 23 Maret 2008, 10.00 – 19.00
Memamerkan karya-karya sketsa konseptual dari desain komik bertema fiksi-ilmiah sebagai bentuk penyadaran akan pentingnya sebuah rencana yang holistik dari proses produksi komik.
3. Bazaar Buku & Cergam
o Waktu kegiatan : 23 Maret 2008, 10.00 – 20.30

Somehow talenan kayu ternyata lebih enak digunakan sebagai mousepad dibandingkan mousepad bias, bapak yang satu ini sudah membuktikannya di kantor:


Bedanya programmer ayam sayur dengan seorang master web programmer adalah: yang satu mengoprek web server nginx hanya agar bisa memiliki web server ringan hemat memori di eeepc cupu-nya, sedangkan yang satu lagi mengoprek nginx untuk skenario deployment kompleks yang diharapkan menjadi solusi masalah beban webserver yang dialami sebuah layanan blog populer dalam negeri.
Jarang-jarang kondisi “dapur” sebuah layanan web publik dibahas di sebuah blog, sungguh merupakan knowledge sharing untuk sesama developer yang sangat bermanfaat. Karena saat postingan ini dibuat web blogdetik.com masih tidak bisa diakses, mari kita beri support kepada Andry dan timnya: “Berjuanglah! Andry!” *ala narator serial Dragon Ball di tv*

Sayangnya, tidak semua orang main DotA.

Postingan kali ini membutuhkan pengetahuan anime, terutama soal serial Gundam 00 (Recommended!)
Misil SM-3 yang diluncurkan dari USS Lake Erie berhasil menghancurkan satelit mata-mata yang jatuh ke bumi dan mengancam keselamatan manusia. Sekali lagi negeri Paman Sam itu menyelamatkan dunia, hore! Huh, tapi benarkah begitu? Walaupun sempat berlatih simulasi menghancurkan target di atas atmosfir, sebenarnya misil SM-3 tersebut meleset. Lalu bagaimana satelitnya bisa meledak? Siapa yang berhasil menghancurkannya dengan akurat?
Jawabannya cuma satu: Gundam Dynames!. Dengan dilengkapi anti-orbital GN sniper rifle yang bisa menembak jauh ke luar atmosfir, mobile suite ini lebih bisa diandalkan daripada teknologi Aegisnya Amerika Serikat. Tapi karena organisasi Celestial Chicken yang mengoperasikan Gundam ini merahasiakan keberadaan mereka dan bidikan jitu Gundam Meister Chicken Stratoss sengaja dibuat seolah-olah misil SM-3 yang menghancurkan si satelit. Maka sejarah mencatat USS Lake Erie lah yang berhasil menghancurkan satelit berbahaya itu.

Scene: Pegunungan tinggi bersalju dengan suhu di bawah nol, seorang pendaki nampak meringkuk sambil memeluk sebuah notebook. Seorang pendaki lain menghampiri pendaki pertama dengan susah payah karena salju yang setinggi lutut.
“Hey bangun! Di puncak gunung bersalju dengan suhu seperti ini sleep would mean death!”
“Aku tidak peduli, mengantuk dan lelah sekali rasanya”, pendaki pertama semakin meringkuk sambil kembali menutup matanya.
“Tapi kamu kan belum ngeblog, bikin comicstrip, blogwalking dan baca-baca email? Bertahanlah dan online barang seperempat jam saja!”, pendaki kedua mengguncang-guncang tubuh pendaki pertama yang perlahan tertimbun salju.
“Masa bodoh! Aku menyerah. Biarkan aku tidur dengan tenang!”.
Dan pendaki pertama pun menarik sarung dan menyelubungi kepalanya dengan sarung kumalnya…
Lho? Sarung? Sarung merk Eiger?
Ya,ya,ya… sibuk sarungan, seminggu ini perasaan Bandung jadi dingin banget. Habis makan malem, tidur. Bubaran kantor, tidur. Pulang futsal, tidur. Buka notebook sebentar, tidur. Baru nyampe dari luar kota, tidur. Bangun pagi-pagi, tidur lagi… pokoknya jadi tidak produktif lah.

Info dari blog chickenstuff chikastuff: anak-anak jaman sekarang umur 10 taon udah ngeblog. Hmm umur-umur segitu saya mah masih maenan LEGO, baca Tintin dan Mimin (hey berima!).

Hari ini semua orang merayakan hari Jill Valentine. Sungguh Resident Evil memang game yang sangat populer…
(Tapi apa hubungannya yah zombie-zombie hasil virus T itu dengan cokelat, bentuk-bentuk hati dan bunga mawar???)

Setelah bertahun-tahun cuma bisa hokcay (olohok ngacay a.k.a bengong ngiler) kalau ada yang membahas soal sate kambing muda H. Casmadi di mailing list IT atau blogosphere, kemarin setelah kedinginan nginstall aplikasi web di data center IDC akhirnya kesampaian juga berwisata kuliner ke kedai sate yang berada di depan gedung Cyber ini.

Maknyusss… kawat gigi nyaris sproing-sproing.
Soal rasa saya pribadi masih menempatkannya satu tingkat di bawah sate maranggi (yang asli tapi, di jalan pelosok Purwakarta - Lembang) untuk kategori makanan bertusuk (apa sih :P). Selain mungkin terkenal karena para praktisi IT dan system administrator kebanyakan mampir ataupun kopdar di sana (lalu menyebar lewat milis dan blog), sate ini memang empuk dan lezat, sopnya juga mantap. Kalau bukan karena lezatnya sate ini, sepertinya minggu ini sama sekali ngga bikin comicstrip.. gara-gara sibuk ke Jakarta.

Cewek saya adalah seorang penggemar maniak seri Mystery Case Files dan saya juga terkadang ikut main sebagai co-pilot (kalau main sendiri cepet bosan, obyek tersembunyinya itu loh bikin mata jereng… bukan game yang cocok bagi penderita minus a.k.a rabun ayam), bahkan seri game bergenre “hidden object / seek and find” lainnya seperti seri Agatha Christie dan seri Hidden blablabla dilahap juga. Termasuk di jajaran fans game ini adalah kakak saya si Teteh yang sering maen sambil pegang kamus kekeke ( dan di comment bawah bakal ada nick tth yang misuh-misuh
)
Baru-baru ini publisher game Real Arcade merilis game bergenre serupa yaitu Cate West The Vanishing Files. Yang menarik dari game ini: developernya adalah perusahaan game Bandung yaitu Menara Games dan Anom homok adalah salah satu developernya. Versi trial 1 jamnya bisa didownload di Gamehouse!. Maju terus game developer Indonesia.

Well, I do not celebrate nor send any greetings.
Tapi yang jelas tahun tikus yang merupakan tahun awal/pertama dari siklus tahun 12 binatang zodiak Cina ini mengingatkan saya ke tokoh Yuki Souma yang merupakan jelmaan zodiak tikus di anime Fruits Basket. Animenya sendiri sebenarnya bergenre shoujo (utamanya untuk konsumsi cewek, salah satunya karena ini adalah reverse harem :P), tapi konflik, soundtrack dan ceritanya yang “dalem” membuat anime yang bertabur penghargaan ini direkomendasikan untuk ditonton siapa saja.
Nyambungnya lagi ke anime dan film, soalnya liburan begini enak banget nikmatin cemilan depan monitor sambil nonton Brad Pitt’s The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford dan serial anime soal bakteri (lho?).

Sepanjang dua hari acara tahunan kantor di lembang kemarin kepala saya agak ter-brainwashed bunyi “TUNIT” dari handy talky yang biasanya dipakai untuk pekerjaan instalasi jaringan dan server, yang saat itu dipakai untuk koordinasi jadwal makan acara.
“Halo halo masuk halo… krsssk… TUNIT!”
“TUNIT! Makan siang udah siap he euh?”
Somehow jadi muncul ide iseng mengganti kolom isian nama di absensi kantor dengan alamat IP Address masing-masing. Biar HRD-nya bingung, “192.168.1.24 ini siapa ya? Si 192.168.1.18 kok telat mulu?” ![]()

Dan pertanyaan klasik itu berlanjut,“Dude, where’s my car mug?”

Repost, sekalian nyicil mindahin comicstrip lama yang ketinggalan di blog yang lama dan belum diberi header (storagenya juga masih di hosting diki.or.id). Keingetan soalnya di kantor sedang kumat playlist mp3 yang membosankan. Udah ngefans lagunya telat, volume winampnya kenceng, diulang-ulang pula. Sepertinya playlist di bawah 3 lagu bisa dikategorikan mengganggu ketenteraman orang lain
Kok diulang-ulang sih? Kok diulang-ulang sih? Kok diulang-ulang sih? (3x, ala iklan obat batuk)

Masih seputar tawaran Microsoft untuk membeli Yahoo, Silicon Alley Insider membuat kategori khusus yang mengulas topik tersebut (artikel-artikelnya menarik, informatif dan mudah dimengerti). Soal nama dan brand seputar Yahoo, Google, Microsoft, penggunaan double vowels di era web 2.0 pernah saya baca di Playing the Name Game: Sometimes, It’s a Losing Effort.

Pagi ini, setelah ronda RSS dan blogwalking sejenak… banyak berlangsung momen dan berita IT menarik: launching DagDigDug-nya oom Tyo, launching BlogDetik-nya Detik.com atau si ratu kopdar posting soal ayam (loh??? “the ayam effect”?
).
Tapi yang terheboh tentu saja penawaran 44,6 billion dollar Microsoft untuk membeli Yahoo. Seperti yang sudah diduga banyak orang sebelumnya, Microsoft harus membeli Yahoo jika ingin berkompetisi dengan Google. Soal bisnis dan marketing, biarlah perang seru Microsoft+Yahoo vs Google jadi tontonan menarik dan memberi pilihan dan manfaat lebih untuk para user. Hanya saja, bagaimana ke depannya support Yahoo terhadap opensource? Terlebih lagi notabene infrastruktur dan platform mereka umumnya berbasis opensource. Bagaimana juga dengan Zimbra yang baru dibeli mereka akhir tahun lalu? Terlalu banyak hal yang overlap di Microsoft+Yahoo. Jadi? Bakal dijual apa ngga tuh kira-kira? ![]()

Semalam tumben webcomic kampring ini nongol di dashboard WordPress.com, bahkan si avatar ayam sempat menginjak-injak beberapa kepala avatar seleb blog
Setelah diingat-ingat ternyata judul postingan sebelumnya mengandung judul yang “mengundang hawa nafsu klik”… tipikal judul postingan bombastis penghuni BOTD, oh hina dinanya *yayaya berlebihan sih* Tergantung musim juga, ada kalanya BOTD memang s*cks.
Untung ada hiburan chickenstrip perjuangan (gini nih kalau 2 orang gila kampung gajah dikasih source image chickenstrip, yang ada malah bikin komik homok kekeke).

Soal blog, mungkin tergantung figur selebnya juga. Kalau pribadinya tidak sekedar cantik, tentunya banyak yang berharap blognya pun lebih dari sekedar report aktifitas sehari-hari untuk fans service tapi juga sharing pemikiran dan sisi lain sang seleb. Soal konsistensi ngeblog, lagi-lagi tergantung figur selebnya juga apakah aktifitas blogging (dan turunannya, seperti diskusi di comment dll.) dirasa bermanfaat atau menyenangkan. Atau bahkan nantinya tidak sekedar blogging, tapi juga blogwalking?
Soal teknologi, tidak perlu diragukan lagi deh… tampilan clean - neat - ciamik dan sesuai kaidah-kaidah web standard adalah ramuan khas mbek Thomas.
Mencoba posting secara obyektif, jaim dan tidak heboh. Padahal… *summon blogger2 jadul penggila DS (aan, mickey, segaf dkk.)* ![]()

Nyambi ngomik untuk menghilangkan rasa ngantuk pas rapat (hey hey tapi tetap mendengarkan dan berdiskusi dengan serius tentunya).

Walaupun cuma perusahaan IT kecil, kita-kita ngerasa RKAP (Rencana Kerja Anggaran dan Pendapatan) tetaplah harus disusun di awal tahun. Seperti halnya tahun lalu, awal tahun ini rapat tahunan RKAP sekaligus dijadikan acara outing.
Ough outing… dimana kita bisa menghirup udara segar Lembang untuk 1-2 hari (background sound: suara burung bercuit-cuit), menjauh sejenak dari kerjaan kantor dan baris-baris kode yang bikin mata minus, bersantai sejenak berenang, berflying-fox ria atau bermain paintball, puasa koneksi internet, terputus dari dunia luar karena GSM/CDMA network unreachable, rebutan colokan listrik dan charger Nokia (kenapa musti Nokia seh??), menu nasi kotak yang berulang, begadang melototin slide, sibuk nongkrongin spreadsheet penuh angka-angka keuangan… loh makin ke sini kok aktifitasnya makin nggak asyik?. Ah pokoknya cabut dulu… Lembang here I come!

Tadinya weekend ini harus ke Cirebon, tapi hari sabtu menyempatkan dadakan ke Jakarta dulu tepatnya di Mall Kelapa Gading untuk menghadiri launching ASUS EeePC (kebetulan postingan kemarin memperoleh hadiah sebagai 5 blog favorit). Antriannya panjang banget, stok padahal cuma 300. Sempat kepikiran mau ikutan ngantri bareng peserta lomba blog lain (Rama & Kang Oon), tapi hari itu konon cuma dijual EeePC hitam sementara saya ngecengin yang putih.
Setelah sempat bermain-main sebentar dengan display/sample EeePC, untuk target pasar general (mengabaikan aspek spesifik) si EeePC ini sepertinya agak lebih unggul dari Intel Classmate atau OLPC (IMHO). Setelah oprak-oprek si bandros Xandros sebentar, agak kurang puas… sepertinya mending install Ubuntu Linux aja. Sayangnya ketika acara launching porsi sistem operasi Linux ini tidak ikut dibahas sedangkan Microsoft menyempatkan scam mengulas pemanfaatan produknya di EeePC ini (terutamanya sih soal Windows Live… but we’d prefer Google + Web 2.0 lainnya aja pak
). Dan dapat info juga dari Mr. Wu (Marketing Director ASUS Asia Tenggara) kalau pelafalan EeePC yang benar bukan triple-e-pc atau e-e-e-pc tapi ee-pc (iiiyh-pc seperti pada iih gemes
, agak berintonasi).
Event ini juga jadi kopdar dadakan dengan Mas Priyadi, Rama, Kang Oon, Belutz, Pak Hoky dan tentu saja Alfi sang pemenang EeePC gratis (ramah dan kocak seperti postingannya soal si Epi).

For there was never yet programmer philosopher
That could endure the toothache patiently,
However they have writ the style of gods
And made a pish at chance and sufferance.
(Much Ado About Nothing scene five act one, William Shakespeare)
Entah memang saatnya strong stressing atau sebel gara-gara saya bolos kontrol hampir dua bulan, setelan kawat gigi dari kakak sepupu saya kali ini terasa menyiksa. Selama setengah tahun ini biasanya rasa sakit pasca tune-up (halah) dalam 2-3 hari langsung lenyap dan bisa beradaptasi, tapi kali ini sudah 2 minggu masih cnut-cnut. Bagi para produsen senjata biologis, daripada bikin virus yang nyeremin dan malah jadi bahan cerita film-film Hollywood ga jelas, mending bikin virus sakit gigi aja sanah! Lebih kejam. (Yayaya sakit gigi bikin saya jadi absurd.)

Kalau oom James Bond berkata “Shaken, not stirred!” kepada bartender, itu adalah soal selera. Dan postingan yang mengajak kita untuk memutar otak (satir termasuk di dalamnya) adalah salah satu tipe blog selera saya dan saya tidak setuju kalau postingan satir dicap kurang bermanfaat dan harus dikurangi. Berhubung ragam pembaca blog
banyak sekali dan tidak semuanya mengerti atau menikmati satire, plus fakta bahwa tidak semua orang mengerti teknologi yang bernama “tag” (atau mungkin jajaran tags selalu terlewat oleh mata karena rabun fontnya terlalu kecil?), bagaimana kalau para bandar satir blogger mengadaptasi cara rating video games untuk menandai postingan satir? Supaya ngga ada kejadian yang menghebohkan lagi gitu.

Membaca comment Puty di postingan kemarin, jadi ingat waktu kecil pernah nonton acara tv yang mengulas petani semangka di US sana yang semangkanya jadi raksasa gara-gara diajak ngobrol. Dulu kesimpulan pribadi saya itu mah gara-gara si petani koboy-nya kalau ngobrol muncrat jadi tanamannya dapat siraman air tambahan ( yayaya anak SD banget
).
Sepertinya sampai saat ini pembuktian ilmiahnya memang belum begitu jelas. Ilmuwan Jerman Dr. Gustav Fechner (pencetus Psychophysics) berteori kalau tanaman itu memiliki semacam sistem syaraf dan emosi. Ada juga yang berpendapat bahwa karbondioksida yang keluar dari mulut manusia saat berbicara bisa membantu fotosintesis tanaman. Ada yang menghubungkannya dengan efek gelombang suara. Untuk yang terakhir ini pernah kebetulan menonton episode Mythbuster-nya di Discovery Channel (thanks buat Ryan atas rekomendasi acaranya) dan dari beberapa pohon yang diperdengarkan musik ternyata yang diberi lagu death metal tumbuh paling berbeda (metal euy!).

Pasca renovasi kantor awal tahun ini, di beberapa meja bertebaran tanaman-tanaman hias indoor. Pertanyaannya adalah, dengan penghuni kantor yang 68% jorok dan perokok sampai kapan penghuni pot-pot kecil itu bakal awet?
Karena baru kali ini diberi tanggung jawab merawat asset yang bukan berbentuk perangkat keras ( hmm agak lunak tapi juga bukan perangkat lunak
), hari ini saya cari dulu bagaimana cara merawatnya. Sesekali sudah ditaruh di luar supaya mendapat sinar matahari langsung ( untuk yang satu ini rencananya akan disinkronkan dengan jadwal jemuran saya
). Untuk beberapa hari ini sih cukup menikmati, serasa memelihara ikan di akuarium atau merawat blog (loh?).

So, my prediction was right. Apple Mac World Expo 2008’s theme “There’s Something In The Air” was about thin notebook. And here comes the MacBook Air. the world’s thinnest notebook. Read the rest of this entry »

Mas Priyadi di blognya pagi ini menginformasikan soal lomba Eee PC Blog Competition yang berhadiah sebuah ASUS Eee PC 4G warna hitam. Selain iseng mencoba untuk berpartisipasi, yang menarik dari event ini adalah ide dan awareness vendor besar seperti ASUS dalam memanfaatkan blogoshpere sebagai media untuk mengkampanyekan peluncuran produk mereka. Kalau beberapa bulan yang lalu para blogger teknologi (contohnya Mas Harry Sufehmi dan rekan-rekan Ubuntu Indonesia) cukup efektif mengangkat gaung Eee PC, kali ini menurut saya gaungnya makin luas dengan dirangkulnya para blogger nasional yang lebih umum dan populer melalui lomba blog ini. Read the rest of this entry »

Ganti topik bukan karena request, tapi karena tiba-tiba waktu disuguhin kopi sama OB keingetan sesuatu. Mug bubuaward saya kemanaaa yaaa??? Dengan jumlah mug/gelas pecah di kantor, semoga mug favorit saya itu tetep aman.
(Ngomiknya sambil direkam si Black_Claw yang kebetulan lagi kopdar id-anime di kantor
)

I’ve been playing around with Facebook’s Fluffy for a while (blame her!).
Now featuring a character from my favorite Indonesian online comicstrip: terapikomik.blogdrive.com (a blogger, an animal doctor, a designer and an animator). I hope Tito didn’t mind if I borrow his character for this post ![]()

Continuing the facebook/social networking saga
Update:
No, I didn’t use that pose on my profile ![]()

How often do you check your pages on social networking sites?

Lucky Zuckerberg dude. It’s only 1.6% stake, and who’s gonna buy the rest? Google? Murdoch? Yahoo? And we only can be a “profile slave” for them. (Ah, so called social networking
)

Okay, this “turn friends into vampires” thing is getting annoying. When I’m putting some garlic on my facebook account removing Vampire application on my facebook account this morning, some facebook related topics for chickenstrip comes in my mind. So, this week is gonna be a facebook week ![]()

Simply modifying last year’s comicstrip ![]()

Currently I’m collecting material as my reference for annual company meeting, it’s time for End of Year Review and Planning.
- ReadWriteWeb’s 2008 Web Prediction
- Mashable’s 2008 Web Prediction
- Mashable’s What Wont Happen in 2008
- Latest Geek Stuff’s 2008 Web Prediction
- Ronnestam’s 2008 Web Prediction
- Indonesian internet usage
- And as always.. Gartner’s Latest Technology Hype Cycle

“Penulis blog ini memang terkesan misterius…” Sekelumit dari review atas blog ini di Resensi Blog. Mungkin kesan tersebut didapat dari kemunculan intensif si karakter ayam atau nickname Niwatori meskipun saya pribadi sama sekali tidak bermaksud untuk menjadi anonymous.
Yayaya, blog ini direview oleh Resensi Blog
Loh blog itu kan sifatnya cenderung personal? Terserah si pemilik dong mau mengisi blognya dengan apa, kenapa harus repot-repot dinilai atau direview? Mungkin pemikiran seperti itu sempat terlintas di kepala kita begitu mendengar soal review blog. Tapi di jaman blogosphere sekarang ini yang lebih mengenal klasifikasi blog berdasar seleb atau bukan seleb, populer tidak populer, statistik teknis seperti pagerank dan hits… tiba-tiba kita sadar bahwa kita butuh informasi daftar blog berdasarkan isinya. Karena terkungkung di koleksi RSS feeds pribadi saja terkadang membosankan, kita tetap butuh jalan-jalan blogwalking mencari blog segar
Google atau Technorati saja tidak cukup untuk mencari blog menarik yang ingin kita kunjungi, kita tetap butuh deskripsi yang ditulis oleh manusia… sebuah review, suatu resensi yang humanis. Di sinilah resensi blog seperti yang dibuat oleh Mas Adhi Ksp atau kawan-kawan Resensi Blog bisa membantu kita untuk menentukan langkah blogwalking, di tengah semakin sempitnya waktu yang tersedia untuk berselancar di dunia maya dan bertambah panjangnya daftar tautan blog dengan judul-judul postingan bombastis yang menggiurkan untuk diklik.
(Loh kok malah bales ngereview yah?
)

Bukan bermaksud nyemplung, hanya sedikit menyoal
Tabula rasa… kertas kosong, dan kita semua mencintai kertas kosong kita masing-masing. Alkisah di suatu desa yang penuh dengan pelukis, orang-orang sibuk menyalahkan sebuah pohon. Konon pohon yang kebetulan bukan jenis tanaman asli desa itu mulai banyak dijadikan model lukisan oleh para pelukis. Mereka yang protes beralasan bahwa kertas-kertas kosong mereka kini berisi gambar pohon jelek itu. Bentuk dan warnanya memang jelek, tidak serapih dan sehijau tanaman pada umumnya yang biasa mengisi kertas kosong mereka dengan gambar yang indah.
Tapi mereka lupa, kertas kosong tidak bisa memunculkan gambar dengan sendirinya. Mereka sendiri yang harus memainkan kuas dan cat di atasnya, memindahkan obyek yang mereka lihat menjadi sebuah lukisan. Jelek atau tidaknya lukisan yang menimpa kertas kosong milik mereka, mereka lah sendiri yang bisa mengaturnya. Cukup palingkan pandangan dari si pohon jelek, sapukan kuas berdasar pemandangan pohon yang lain. Atau tetap menggambar si pohon jelek tapi hanya bagian-bagian kecilnya yang menarik, dikombinasikan dengan pemandangan lainnya. Tidaklah perlu menyalahkan si pohon jelek. Toh sejelek-jeleknya suatu ciptaan, selalu memiliki kegunaan, setidaknya untuk mahluk lainnya. Contohnya saja orang-orang desa sebelah, mereka terhibur dengan bentuk si pohon jelek. Setiap melewati pohon tersebut selepas bekerja di ladang, mereka selalu tersenyum melihat siluet pohon tersebut yang menyerupai kakek tua yang sedang teraduh-aduh menggaruk punggung.
Jadi? Apakah perlu mempermasalahkan si pohon jelek ini ataukah lebih baik membereskan kuas, cat dan teknik gambar masing-masing? Para pelukis yang lebih tahu. Saya sih belum dikaruniai kertas kosong ![]()

Yea.. yea.. yea, watching too much anime and dorama is bad for your first busway riding experience. But despite of it’s controversy, busway was a pretty nice local mass transport though.

Just simply… a filler ![]()

It’s sunday and it’s my birthday, my officemates and my girlfriend really get me on my nerves and I stuck with this pile of work. Argh, such a great birthday! I wish I can bends space and time like Hiro Nakamura, leaping trough times and forgetting about all of my crappy codes… at least for a while. (Yea yea, I’ve just finishing watching Battlestar Gallactica 2nd season and Heroes 2nd season, Yatta!!)

Yo wis setuju kendaraan pribadi dipertamax-in deh (pake deh loh yah, karena soal minyak emang ga jelas). Tapi lebih setuju lagi kalau biofuel diseriusin dan dimasyarakatkan… dan comment-comment pertamax di blogsphere dikurangin (sayang bandwidth! **fakir bandwidth mode ON**).

When we went to the movie to watch Beowulf, my girlfriend noticed about the similarity between Beowulf and Leonidas screams:
Beowulf: “I am Beowulf!”
Leonidas: “This is Sparta!”
And their heroic speechs:
Beowulf: “Tonight will be different!”
Leonidas: “Tonight we dine in hell!”
And someone mixing it in YouTube as Beowulf 300 **lol**

I think all of these culture theft thingies were overrated, because we shared the same culture afterall. But still somebody should warn fellow Malaysian about their claiming attitude.

Just another captured moment from Indonesian Blogger Party 2007. Let’s just blame the cameraman ;P




