You are currently browsing the category archive for the 'Chickenlit' category.
Tergerak oleh seruan 3B-nya mas Ahmad Zeni (Beli! Beritakan! Berkomentar!) di mailing list pengajian komik, kemarin sambil mengantar si nyonya menjalankan ritual rutin ngeborong buku di Reading Light saya langsung aja beli sebuah buku kompilasi komik strip berjudul “Perpustakaan Sketsa”. B pertama untuk Beli sudah dieksekusi (bisa jadi ini resolusi untuk 2008, beli komik lokal minimal 1 setiap bulan), nah di blog ini saya coba jalankan 2 B sisanya (Beritakan & Berkomentar). Read the rest of this entry »

Rating : * (1 bintang ayam)
Pengarang : James Redfield
Agak fast reading ngebacanya, soalnya minjem ke si apri dan kudu semalem selesai (mau dibawa ke jkt). Menurut gue novel ini isinya fiksi spiritual. Agak sedikit bingung, mungkin bakal lebih jelas kalau sebelumnya kita sudah membaca rangkaian buku Redfield sebelumnya soal “insight” yang lain (that’s why I put “The Celestine Prophecy” on my reading queue then). Konsep-konsep “kekuatan doa” (prayer power) masyarakat Shangri-La yang dihadirkan Redfield sebenarnya bagus, terutama bagian yang gue sukai soal sakit, kematian dan makanan olahan, sayangnya konsep-konsep kebangkitan spiritual apik tersebut jadi sedikit antiklimaks di bagian penutup yang terlalu penuh aksi futuristik ala startrek. Secara umum mungkin pesan yang ingin disampaikan adalah: “sebelum mengubah dunia, kita harus mengubah diri kita dahulu…”
Rating : * * (2 bintang ayam)
Pengarang : Peter Wright
Buku yang ditulis oleh Peter Wright, seorang pejabat senior dinas intelijen Inggris MI5 (yang mengawali karirnya sebagai ilmuwan di sana, bisa dibilang ala “Q” yang ada di James Bond). Isinya mengungkap perjalanan karirnya dan penyelidikannya mengenai penyusup / mata-mata Rusia yang ada di dalam tubuh MI5 sendiri, bahkan diantaranya ada Sir Roger Hollis.. direktur jenderal MI5 saat itu. Awal-awal buku menurut gue asyik, menceritakan sejarah dan perkembangan dunia kontra spionase dari jaman perang dunia hingga akhir 50-an, kisah nyata dari agen senior MI5 sedikit banyak membuat film-film spionase menjadi agak logis di mata gue
Sayang tensenya menurut gue menurun drastis di akhir buku, penyelidikan dan pengungkapan apakah Sir Roger Hollis adalah agen Rusia agak kurang menggigit, argumen Peter Wright menurut gue kurang kuat.. no wonder hingga kematiannya di tahun 1973 Hollis hanya sebatas di interview tanpa ada proses hukum lebih lanjut.
Rating : * * * * * (5 bintang ayam)
Pengarang : Amin Maalouf
Di buku bergenre historik novel ini Amin Maalouf menyajikan petualangan yang didasari kisah nyata Hasan Al-Wazzan, seorang penjelajah, penulis dan duta politik yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Leo Africanus. Lahir di Granada, berpetualang di seputar Afrika Utara dan jazirah Arab, sepanjang hidupnya Hasan menjadi saksi banyak peristiwa besar bersejarah. Kejatuhan Granada (yang mengakhiri berakhirnya dinasti muslim di Iberia/Spanyol), kejatuhan dinasti Mamluk di Kairo ke tangan kekaisaran Ottoman, menjadi utusan bajak laut Barbarossa dan menghadap sultan Salim di Konstantinopel, dan terakhir menjadi orang kepercayaan dua Paus dan menjadi saksi penyerbuan pasukan Duke of Borboun atas Roma. Sarat sejarah namun diramu dalam bahasa petualangan yang luwes dan begitu pribadi. Note : Can’t hardly wait for terjemahan buku Maalouf yang lain, seperti Samarkand atau judul-judul soal perang salib.

Rating : * * * * * (5 bintang ayam)
Pengarang : Urasawa Naoki
Top abiss! Beda dengan komik jepang lain, psycho-thriller manga yg satu ini karakter2 dan settingnya dalem banget (hasil riset Naoki tentang eropa yg sudah dimulai sejak bikin komik Master Keaton), artworknya rapi, ekspresif dan detail banget. Storytellingnya “chilly” (kalau bner2 menghayati kadang2 bisa bikin merinding), emosi dan ketegangan antara dr. Tenma – Johan Liebert ngga kalah dengan Clarice – Hannibal Lecter nya Silence of The Lambs (triloginya Thomas Harris), bahkan sidestory para tokoh penghiasnya aja dalem. Salah satu komik jepang yang menurut gue versi sampul Indonesianya lebih bagus dari sampul aslinya.
“Once upon a time, there lived a nameless monster.
He was dying to have a name.
So, he made up his mind to set out on a journey to look for a name.”
- dari buku anak2 karya pengarang Ceko, Emil Scherbe

Rating : * * * * * (5 bintang ayam)
Pengarang : Paulo Coelho
Pesan dari fabel apik ini adalah “following your dream/heart..”. Selain pesan-pesan di dalamnya, gaya bercerita dan penokohan (terutama settingnya) menarik, bocah penggembala dari andalusia bertualang mencari harta yang hadir di dalam mimpinya, melintasi padang pasir menuju piramid, berinteraksi dengan masyarakat muslim, bertemu seorang inggris, raja, ahli kimia dll. dan semua itu diceritakan dengan simple. Kutipan yang menarik di bagian ketika Santiago berbincang-bincang di malam padang pasir bersama si ahli kimia:
“My Heart Is Afraid that it will have to suffer,” the boy told the alchemist one night as they looked up at the moonless sky.
“Tell your heart that the fear of suffering is worse than the suffering itself. And that no heart has ever suffered when it goes in search of its dreams.”
Selain itu kutipan favorit gue soal “sukses.. tapi bukan dengan jalan/mimpi lo? ga afdol!” :
“I have already found my treasure. I have a camel. I have my money from the crystal shop, and I have fifty gold pieces. In my own country. I would be a rich man.” “But none of that is from the Pyramids”, said the alchemist. “I also have Fatima. She is a treasure greater than anything else I have won.” “She wasn’t found at the Pyramids, either.”
Ada lagi soal keberadaan seseorang di dunia:
The alchemist said, “No matter what he does, every person on earth plays a central role in the history of the world. And normally he doesn’t know it.”
Di pembukaan buku juga ada sub-cerita yang dibaca oleh si ahli kimia, soal legenda Narcisius.. tapi dari sudut pandang lain yang tidak disangka:
The lake was silent for some time. Finally, it said: “I weep for Narcissus, but I never noticed that Narcissus was beautiful. I weep because, each time he knelt beside my banks, I could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected.”
Rating : * * (2 bintang ayam)
Pengarang : Roy Sembel & Hanny Santoso
Kumpulan artikel yang menarik, ngga seperti buku sejenis yang menggembor-gemborkan e-commerce atrau bisnis online dalam kondisi ideal disertai contoh-contoh perusahaan sukses.. buku ini banyak mengupas mengenai ekonomi baru, dampak, tantangan, serta peluang yang ditimbulkannya dalam menghadapi era global. Lebih konseptual dan merunut dari awal muasal new economy hingga perkembangannya di zaman internet ini, dikemas dalam artikel-artikel dan kumpulan tulisan-tulisan dosen Bina Nusantara dan kolumnis lain yang menurut gue bahasannya cukup luas dan mengena.
Rating : * * * * (4 bintang ayam)
Pengarang : Gabriel Garcia Marquez
Sejak baca beberapa buku Paulo Coelho gue mulai tertarik nyoba baca literatur amerika latin lainnya (yang populer tentunya, soalnya gue khan pembaca awam), dan ternyata rata-rata enjoy untuk dibaca, salah satunya adalah novel Seratus Tahun Kesunyian ini (One Hundreds Years of Solitude). Intinya menceritakan kisah tiga generasi keluarga Buendia yang mendirikan dan mendiami kota Macondo beserta event dan konflik yang terjadi.. dari rasa haus akan pengetahuan, kehidupan sahari-hari, konflik keluarga dan cinta, perang saudara dan politik khas amerika latin hingga kejadian di luar akal manusia seperti wabah insomnia, penampakan para arwah dll. , tapi dengan tokoh utama dan tokoh minor yang sama porsinya (baik jumlah dan perannya.. dan sebagian besar menggunakan perulangan nama pendahulunya seperti Aureliano atau Arcadio), buku ini jadi sarat konflik dan kisah kehidupan.

Rating : * * * (3 bintang ayam)
Pengarang : Paulo Coelho
Khas Coelho, simple.. ringan.. tapi banyak pesan tersirat. Masih selevel di bawah novel Coelho sebelumnya sih (The Alchemist). Intinya soal pilihan, choose good or evil.. good or evil.. good or evil..? “We have our own choices and contradictions . But we can live with the contradictions and choose the best of ourself…” – Chantal Prym
Rating : * * * (3 bintang ayam)
Pengarang : Masashi Kishimoto
Di saat jenuh dengan manga-manga detektif dan manga petualangan ala RPG, akhirnya manga bergenre ninja hadir lagi tapi dengan kemasan agak beda dibanding Flame of Recca atau Kagetora. Tapi yang paling gue suka sih style gambarnya Kishimoto sensei.. desain karakter2nya juga fresh. Untuk komik-komik favorit seperti ini biasanya gue rajin ngikutin perepisodenya (koleksi), menghindari baca versi mangascannya (supaya mood koleksinya ngga hilang) plus jauh-jauh dari versi animenya, kalau sudah jauh atau tamat baru deh koleksi DVDnya.
Update: Gatot! Akhirnya download mangscannya, juga beli DVD-nya. Dan seperti biasa, versi anime agak kurang berkesan dibanding versi manganya. Seru sih pasti iya, apalagi soundtracknya bagus-bagus.
Rating : * (1 bintang ayam)
Pengarang : Dava Sobel
Dengan menggali surat2 Galileo dari dan ke salah satu anaknya yaitu Suster Maria Celeste, Sobel menyajikan sejarah komplit Galileo Galilei.. terutama disaat dia dituntut oleh dewan inkuisisi gereja katolik roma. Walaupun isinya mostly surat2 Maria Celeste, judulnya menurut gue rada-rada ngga cocok. Tapi secara keseluruhan agak boring juga.

Rating : * * (2 bintang ayam)
Pengarang : Milan Kundera
Buku yang berupa wawancara dengan Milan Kundera ini banyak berisi pandangan Kundera mengenai segala aspek novel, baik yang pernah ditulisnya maupun hasil karya penulis besar yang menjadi favoritnya. Bahasan seputar unsur-unsur novel ataupun raison d’etre novel (yang menurutnya raison d’etre novel semata-mata hanya mengatakan apa yang hanya dapat dikatakannya) ngga gue mengerti soalnya buku ini lebih cocok dibaca oleh seseorang yang menggeluti dunia novel atau yang tahu tentang literatur, tapi setidaknya buat orang awam seperti gue ini di buku ini Kundera banyak menyebutkan judul novel yang bagus dengan higlight tema yang paling menarik untuk tiap judul novel tersebut.. jadi semacam referensi bacaan berikutnya buat gue.
Juga ada kutipan menarik dari puisi Jan Skacel, penyair Ceko:
Poets don’t invent poems
The poem is somewhere behind
It’s been there a long, long time
The poet merely discovers it



