Soal spesifikasi teknis, processing power, ragam Android dll. seputar Galaxy Note II ini mungkin lebih jelas jika disimak di blog yang lebih mengerti soal gadget atau di website resminya. Selain karena pengetahuan gadget saya belakangan ini agak kurang update, saat diundang menghadiri Samsung Galaxy Note II World Tour memang yang menarik perhatian dan menjadi prioritas saya adalah konsep, fitur & experience seputar “ide/kreativitas” yang diusung Samsung Galaxy Note II ini.

“Sejak dahulu kala, manusia menggunakan kertas & pena untuk mencatat ide atau memulai proses kreatif. Samsung menyadari hal tersebut saat menghadirkan seri Galaxy Note yang pertama…”

Nah. Diawali dengan kalimat pembukaan yang (kurang lebih) demikian, saya dari level konsep saja sudah langsung tertarik. Melahirkan produk dari suatu “goal” khusus tentu akan lebih menghadirkan gadget yang lebih berkarakter, tidak sekedar menjejalkan software & hardware terbaru.

Maka di Galaxy Note terbaru ini hadirlah kombinasi layar lebar 5.5″ HD Super AMOLED dan S-pen berteknologi Wacom. Melanjutkan kemampuan S-pen pendahulunya, S-pen di Note II ini memiliki kemampuan corat-coret yang lebih luwes. Contohnya saja kita dengan bebas mencorat-coret agenda & kalender. Selama ini di smartphone lain saat kita memasukan tanggal & agenda, berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk mengetik informasi? Saya pribadi sih sering merasakan kangen dengan habit corat-coret agenda di buku timeplanner (kertas).

 Tidak hanya menggantikan fungsi input sentuhan & goresan, S-pen dilengkapi tombol untuk “menyorot” berbagai obyek seperti thumbnail foto, list email, kotak kalender dll. dan beberapa saat kemudian akan muncul hover window berisi preview content obyek tersebut. Teknologi ini diberi nama AirView. Interaksi tombol juga bisa dikurangi dengan memanfaatkan gestur tertentu untuk memunculkan window/pad Quick Command lalu menuliskan perintah praktis menggunakan tulisan tangan. Misal: @dudung untuk membuka app email dan menulis email baru ke pak Dudung yang ada di buku telepon, ?kangkung untuk Googling soal kangkung dan simbol Quick Command lain yang bisa dikustomisasi. Bahkan saya sempat membuat Quick Command bersimbol bintang segi lima untuk menyalakan Wi-fi. “Accio Wi-fi!!” *LOL*

 Seputar kreatifitas, hadir fitur IdeaSketch dan template system yang tidak hanya memperindah coretan catatan kita tapi juga memudahkan pencarian “clip art” hanya dengan tulisan tangan. Sebenarnya masih banyak fitur dan keunggulan lain dari Galaxy Note II ini (misalnya saja sistem multi windows, 8MP kamera dengan fitur Best Face untuk memilih pose paling oke dll.), tapi di review ini saya berfokus ke seputar corat-coret ide & kreativitas.

Mengenai peruntukan atau kecocokan pengguna, menurut saya phablet (oh no, saya jadi korban jargon :P) seperti seri Galaxy Note ini cocok buat yang membutuhkan gadget serbaguna tapi merasa tablet terlalu tidak praktis untuk dibawa-bawa (mending sekalian bawa netbook/notebook?) dan smartphone biasa kurang lebar & kurang “luwes” untuk diajak “berbuat lebih/berkarya”. Dibanding tablet yang disunat (7″ dkk.) saya pribadi sih lebih memilih smartphone + pen 5.5″ seperti ini.

Keluwesan S-pen sebagai alat input mungkin sudah bisa dibilang setaraf Wacom beneran (lihat klip demo menggambar ini) sehingga bisa jadi suatu saat nanti bisa jadi alat produksi komik (seperti klip demo pembuatan Dilbert ini, tapi versi mobilenya ;P) tapi goresan di atas kaca licin tetap lumayan mengganggu kenyamanan menulis/menggambar kita. Kalau boleh sumbang ide gila, sepertinya lebih seru kalau layar seri Note berikutnya bisa dibuat agak “kesat” ala kertas sehingga mendekati experience corat-coret beneran ^_^

Dan proses icip-icip Galaxy Note II hari itu saya akhiri saat ada komentar ramah dari mas-mas Samsung, “Wah menggambar Dilbert mas? Nice.” Ternyata ada yang memperhatikan juga keisengan saya menggambar Dilbert di Galaxy Note II. Jadi malu, untung bukan lagi menggambar si ayam *LOL*

About these ads