Ternyata bermanfaat juga Chickenstrip punya halaman di Facebook, ada banyak masukan salah satunya ide bikin action figure dari si Youfan (Thanks!). Berhubung bahan resin ataupun polymer clay harganya bikin mencret (import sih) untungnya inget postingan soal clay dari bahan tepungnya Sita di forum hobi kriya. Setelah agak bosen papercraft/pepakura kini jadi penasaran bikin model dari clay tepung. Akhirnya darah PKK (yang mengalir dari nyokap plus efek brainwashed buku Aneka Hobby Rumah Tangga selemari dari kecil) saya bergolak kembali *halah*

Jadilah si ayam kecil ini (not bad lah buat first timer) :P

Berikut ini adalah cara bikinnya…


  1. Siapkan bahan-bahan dan peralatan minimal. Antara lain: tepung terigu, tepung beras putih, tepung tapioka, pengawet makanan (sodium benzoat atau lainnya), lem PVC putih (fox atau lainnya), cat (poster, air atau akrilik), vernis atau cat pylox clear/bening, cutter kecil, sendok, wadah/mangkok, beberapa plastik kresek, kuas (jika pewarnaannya belakangan atau dipisah dari adonan), kertas alas dan lap. Saya sendiri berhasil one stop shopping untuk kebutuhan ini di supermarket Borma Setiabudi (tempat favorit :P )

  2. Campurkan tepung terigu – tepung beras – tepung tapioka – lem dengan perbandingan 1:1:1:2,5 plus pengawet makanan 1 sendok teh setiap 3 sendok tepung. Aduk-aduk lalu remas-remas hingga merata, pastikan tangan kita bersih saat mengaduk.

  3. Setelah adonan mulai seperti clay, campurkan cat sedikit demi sedikit hingga clay menjadi sesuai dengan warna yang diinginkan. Saya pribadi berhubung masih pertama kali terpaksa memisahkan cat (tidak dicampur ke adonan) dan lebih memilih mewarnai belakangan setelah action figure kering karena masih mengukur seberapa kusam/berubah warna saat menjadi adonan dengan warna ketika kering nanti. Tentu saja saat percobaan kedua nanti saya juga memilih mencampur cat ke adonan. Selain clay warna-warni bisa distok atau disimpan, clay berwarna nampak lebih solid/rapi dan imut seperti action figure resin beneran.

  4. Mulai bentuk figur yang diinginkan. Untuk pose atau membuat kokoh bisa dibantu dengan kawat. Untuk bentuk agak besar yang membutuhkan massa (ayam berperut bulat misalnya, inilah manfaat memiliki tokoh berbentuk simple) gunakan bahan pengisi seperti gumpalan plastik atau kertas supaya tidak semuanya terbuat dari adonan yang akan memperlambat pengeringan dan beratnya bisa merepotkan dan membuat gepeng saat dijemur. Untuk detail dan lekuk mulai keluarkan jurus dan sabetan cutter kita. Jemur hingga kering dan jangan terkena matahari langsung apalagi cipratan air (saya membutuhkan 1 hari penuh untuk menunggu si ayam kering).

  5. Khusus untuk pewarnaan yang tidak dicampur dengan adonan (dicat biasa). Gunakan kuas kecil untuk mewarnai dan jangan terlalu encer. Sapukan berkali-kali dan cat juga bisa digunakan untuk menutup bagian-bagian adonan yang tidak rata. Jemur hingga catnya kering.

  6. Semprotkan vernish atau pylox bening/clear dari jarak minimal 30 cm. Semprotkan sedikit demi sedikit, perlapis biarkan kering selama 10 menit lalu semprot lagi secara merata dari berbagai sisi. Vernish ini membuat adonan tepung yang sangat rentan air dan jamur terlindungi, tapi membuatnya menjadi mengkilap (agak tidak cocok bagi yang menginginkan action figure bertekstur kulit lembut/soft seperti beberapa action figure anime, tapi cocok untuk bentuk-bentuk solid seperti gunpla atau action figure mecha).

  7. Action figure siap dipajang. Beri bantalan atau asesoris, jauhkan dari jangkauan anak-anak, kucing dan maling :P