Kalau semua orang sudah memposting semua aktivitasnya melalui microblogging, sepertinya profiling seseorang akan menjadi semakin mudah. Kita bisa tahu menu makan siang seseorang tanpa harus mengirimkan agen atau aparat untuk menyelidikinya.

Microblogging adalah salah satu jenis layanan web yang sedikit saya ulas di Free Saturday Lesson kemarin di ComLabs ITB (Ditodong jadi pembicara dadakan, topiknya seputar Trend Web 2008. Slide bisa di download di account Slideshare saya). Dari jajaran layanan microblogging yang terkenal, sebut saja Twitter, Jaiku, Pownce dan yang sekarang sedang naik daun: Plurk, semuanya memiliki karakteristik dan cara kerja yang relatif mirip. Tapi masing-masing juga memiliki kelebihan dan kekhasan. Timeline horisontal, visualisasi post/teks dari rekan plurk yang terkumpul di satu layar dan interface yang relatif kaya mungkin menjadi alasan kenapa orang-orang menggilai Plurk sekarang ini.

Fun? Banget! Exist? Pasti! Ngabisin waktu? Tentu!
Lalu kenapa hal yang sebagian orang anggap nggak penting ini justru banyak digilai dan jadi menu utama browsing bahkan sepanjang jam kerja?
Kalau Abraham Maslow masih hidup mungkin beliau bakal membuat piramida kebutuhan versi dunia web, dan yang ada di puncak adalah microblogging, ngejunk di milis atau aplikasi-aplikasi facebook. Yayaya “lompatan logika 2.0″, aktualisasi diri online hehehe.