
Masih dalam suasana hari bumi, kaitannya dengan blog saya teringat dengan pertanyaan mas Priyadi di postingannya 2 tahun yang lalu soal netral karbon:
Pertanyaannya, apa ada penyedia layanan ‘netral karbon’ di Indonesia? Daripada menanam pohon pinus di Taman Nasional Gallatin, Montana, US, saya lebih suka uang saya digunakan untuk menanam pohon jati di Kalimantan Selatan.
Kalaupun belum ada, ya sementara ini kita kembali ke kegiatan “sebisa kita”. Mungkin seperti yang ada di blognya Pearl ini: “satu aksi saja setiap hari, untuk melestarikan bumi…”
Bacaan terkait: carbon offset


17 comments
Comments feed for this article
April 24, 2008 pada 6:13 am
Diki
“
Modern technologyPertamax owes ecology an apology.” ~ Alan M. EddisonApril 24, 2008 pada 7:46 am
ika
kyaahahahah,,,jadi hacker ternyata bisa turut berperan juga neh ya,,
April 24, 2008 pada 8:56 am
Koen
Perannya gini aja deh: mempromosikan pelestarian lingkungan, jauh hari selepas hari bumi, dan tanpa jargon global warming.
Hey, ketemuan tanggal 27 yuk!
April 24, 2008 pada 9:35 am
cK
beh..saya udah berusaha sebisa saya menjaga bumi, yaitu tidak buang sampah sembarangan.
*tapi tetep make AC dan bakar sampah*
April 24, 2008 pada 11:02 am
snydez
termasuk kertas karbon kah?
April 24, 2008 pada 11:23 am
Cynanthia
Mau bagaimanapun juga, Bumi akan berubah, cepat atau lambat. Dan itu pasti terjadi
April 24, 2008 pada 11:43 am
irv
gimana kalo kita jualan chickenstrip buat beli carbon offset?
April 24, 2008 pada 11:51 am
Fadli
mungkin dengan menanam pohon, kita bisa jadi blogger positip®
April 24, 2008 pada 1:07 pm
Adham Somantrie
wah, saya senang sekali menggunakan cc (carbon copy) saat mengirim email!
gawat dong? bisa global warming?
tapi kan…. “global warming is cool!” ~ Cincha Lawrah
April 24, 2008 pada 6:57 pm
Philip
Ada kok di Indonesia.
http://www.fnpf.org/
Mereka melakukan penanamannya di pulau Nusa Penida (Bali).
Waktu UNFCCC di Bali, mereka sempat buka stand untuk menerima bantuan penanaman pohon bekerja sama dengan Amex-Danamon.
Untuk setiap pohon dihargai USD 3.30 (mulai dari penanaman sampai pemeliharaan 5 tahun).
Tinggal dihitung saja carbon footprint masing-masing, dibagi USD 3.30.
Langsung kelihatan berapa pohon yang harus kita adopsi untuk bayar hutang karbon masing-masing.
Gampang kan?
April 25, 2008 pada 9:36 am
dnial
Solusi kayak gitu sepertinya kurang tepat. Karena kita merasa uang bisa menyelesaikan masalah.
Mending tanam pohon sendiri-sendiri di rumah sendiri, dirawat sampai besar.
Lha kalo di apartemen?
Ya… terpaksa fnpf
April 26, 2008 pada 1:42 am
Black_Claw
Di Dompu saya kemana2 jalan kaki kecuali keluar daerah.
Satu2nya polusi saya cuman rokok.
Eh, langit disini kayak langit di byosoku hohohohohohohohohohooh.
April 26, 2008 pada 1:45 am
Black_Claw
Repost, sebenarnya daripada melepas sendal databes kartu kredit, heker indon yang banyaknya naujubile bisa sedikit membantu dengan mengurangi kerja mesin disel pln, cukup dengan mematikan komputer mereka beberapa waktu setiap hari.
April 27, 2008 pada 5:52 am
poetra
*cough* Kayaknya, itu namanya carder deh, pap. Or was it blogger? Cracker? Phreaker? Programmer?
*loose focus*
April 30, 2008 pada 11:18 am
orangutanz
carbon offset??? gw taunya cetak offset…
wekekekeke
Mei 7, 2008 pada 4:56 pm
ipey
..umm itu kupluk ama tema carder nya pure gak disengaja kan ???
Mei 9, 2008 pada 8:45 am
shunichirou
mari bersama2 kita selamatkan bumi dari global warming