Mas Priyadi di blognya pagi ini menginformasikan soal lomba Eee PC Blog Competition yang berhadiah sebuah ASUS Eee PC 4G warna hitam. Selain iseng mencoba untuk berpartisipasi, yang menarik dari event ini adalah ide dan awareness vendor besar seperti ASUS dalam memanfaatkan blogoshpere sebagai media untuk mengkampanyekan peluncuran produk mereka. Kalau beberapa bulan yang lalu para blogger teknologi (contohnya Mas Harry Sufehmi dan rekan-rekan Ubuntu Indonesia) cukup efektif mengangkat gaung Eee PC, kali ini menurut saya gaungnya makin luas dengan dirangkulnya para blogger nasional yang lebih umum dan populer melalui lomba blog ini.

Apa yang akan saya lakukan kalau saya memiliki Eee PC? Mengimplementasikan motto Easy to learn, Easy to work, Easy to play yang diusung oleh Eee PC ini tentunya:

  • Subnotebook ini akan menjadi alat komputasi sehari-hari yang lebih mobile. Sebagai pengguna angkot dan pejalan kaki sejati, perlu sebuah piranti komputasi mobile yang tahan banting dan ringan tentunya. EeePC yang memiliki Shockproof design ini menggunakan flash memory (mirip dengan yang digunakan oleh USB flash drive) sebagai harddisk sehingga kita tidak perlu lagi merasa parno (paranoid) memikirkan keselamatan harddisk notebook. Ok notebook Lenovo 3000 N100 saya yang sekarang sudah cukup powerful untuk segala hal, tapi ukuran dan beratnya masih kurang praktis. Akan ada pembagian tugas sesuai kebutuhan dan event untuk kedua piranti ini nanti.
  • Akan tetap mempertahankan dan beradaptasi dengan sistem operasi Xandros Linux bawaan Eee PC. Loh saya kan pengguna Ubuntu Linux yang selama ini menghindari Xandros dan lagipula sudah ada turunan Ubuntu yang ringan dan disesuaikan dengan Eee PC? (eeeXubuntu misalnya). Pilihan yang berat memang, tapi Xandros yang disertakan oleh Asus sudah tentu memiliki kelebihan di support hardware (webcam, speaker, mic dll.) maupun software karena secara matang memang disesuaikan untuk Eee PC. Mubazir jika tidak digunakan (toh masih turunan Debian ini bukan?).
  • Akan melakukan aktivitas pemrograman Ruby dimana saja dengan Eee PC. Oke kita lupakan sejenak IDE segede gajah yang mungkin terlalu berat untuk Eee PC. Saatnya kembali ke editor teks sederhana dan commandline, coding secara cadas… tapi kali ini dimana saja. Tidak dibatasi oleh waktu, tempat dan WC (meminjam slogan oom Black).
  • Akan ngomik di segala kesempatan sehingga lebih produktif. Dengan Eee PC yang ringan ini, begitu ada ide nanti saya tidak perlu mencatat topiknya dulu di handphone (sekarang walaupun sedang membawa notebook rasanya malas untuk langsung menggambar), langsung menjalankan Inkscape dan menggambar comicstrip ketika muncul ide. Layarnya terlalu keci? Saya rasa tidak, saya inih komikus vector yang sudah terbiasa dalam keterbatasan (baik dalam hal metode input/menggambar maupun tampilan layar). Untuk keperluan yang tidak terlalu spesifik membutuhkan resolusi tinggi, ukuran subnotebook resolusi 800×480 pixel sudah ideal menurut saya (setelah sempat mencoba Toshiba Libretto dan OLPC walau sebentar, sepertinya hanya masalah adaptasi saja kok).
  • Akan memanfaatkan Eee PC untuk ngajarin keponakan saya si Rafli kecil ngoprek aplikasi opensource pendidikan untuk anak-anak. Dengan kapasitas produksi air liur dan daya rusak anak kecil yang sudah sama-sama kita maklumi, resiko rusak masih tetap ada tapi Eee PC yang relatif lebih tahan bantingan bisa menjadi andalan untuk mengenalkan komputer ke anak-anak.
  • Sebagai salah satu pemeran pembantu pengembang BlankOn Linux, sudah pasti bakal menjajal BlankOn di Eee PC dan mengoprek banyak hal.
  • Akan mulai menulis coretan cerita-cerita iseng lagi saat sedang di perjalanan?

Sepertinya berandai-andainya cukup sampai disini saja. Intinya, jargon “easy” dan bentuk yang ringkas dan ringan dari Eee PC saya harap bisa membawa perubahan besar dalam hal produktifitas dan mobilitas. Jadi, apakah si ayam bakal mendapatkan Eee PC? :P